STIKes Karsa Husada Bertransformasi Jadi Institut, Bupati Garut Resmikan Kampus 3 dan Klinik Pendidikan

4.301 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut menyambut tonggak sejarah baru dunia pendidikan kesehatan dengan diresmikannya Institut Kesehatan Karsa Husada Garut. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di Gedung Kampus 3 Karsa Husada, Jalan Proklamasi, Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat (23/1/2026).

Advertisement

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Garut secara resmi menandai perubahan bentuk Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karsa Husada menjadi Institut Kesehatan Karsa Husada Garut. Kegiatan ini dirangkaikan dengan peringatan Milad ke-22 Yayasan Karsa Husada, pelantikan rektor pertama institut, serta peresmian Gedung Kampus 3 dan Klinik Karsa Husada sebagai fasilitas penunjang pendidikan.

Bupati Abdusy Syakur Amin menyampaikan apresiasi atas capaian besar yang diraih Karsa Husada Garut. Ia menegaskan bahwa transformasi menjadi institut bukanlah proses yang mudah dan mencerminkan kesungguhan serta kesiapan penyelenggara pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.

“Ini merupakan pencapaian yang luar biasa. Proses menjadi institut tentu membutuhkan pemenuhan persyaratan yang tidak sederhana. Hal ini menunjukkan komitmen dan kesiapan yang matang dari pengelola institusi,” ungkapnya.

Menurut Bupati, selama lebih dari dua dekade, Karsa Husada telah memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Garut, khususnya dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten dan berdedikasi.

Ia juga mengapresiasi dibukanya Program Studi Gizi serta kehadiran Klinik Karsa Husada. Kedua fasilitas tersebut dinilai strategis dalam menjawab kebutuhan daerah, baik untuk peningkatan kompetensi masyarakat maupun penguatan layanan kesehatan yang berorientasi pada pencegahan dan peningkatan kualitas hidup.

Sementara itu, Rektor Institut Kesehatan Karsa Husada Garut yang baru dilantik, Iwan Wahyudi, menyampaikan bahwa transformasi institusi ini merupakan wujud keberpihakan kampus terhadap kebutuhan masyarakat Garut.

“Kami menghadirkan institut kesehatan, program studi gizi, dan klinik pendidikan untuk mendekatkan layanan serta pembelajaran kepada masyarakat. Gedung dan klinik ini akan dioptimalkan sebagai sarana praktik mahasiswa dengan fasilitas kesehatan yang memadai,” jelasnya.

Iwan menambahkan, keberadaan Prodi Gizi memiliki peran penting dalam menjawab persoalan kesehatan daerah, khususnya terkait masalah gizi yang masih menjadi faktor risiko kematian ibu dan bayi.

“Dengan adanya Prodi Gizi, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi semakin meningkat, sekaligus mendukung program pemerintah dalam upaya perbaikan status gizi di Kabupaten Garut,” pungkasnya.