Milad ke-109 ‘Aisyiyah Jadi Momentum Penguatan Dakwah dan Sinergi Pendidikan-Kesehatan di Garut

867 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID,  GARUT  – Peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah di Aula Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut, Kecamatan Cilawu, Senin (22/6/2026), menjadi ajang memperkuat kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah dalam membangun kualitas pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat.

Advertisement

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Jawa Barat, beserta ratusan kader dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah telah menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya diwujudkan melalui ceramah, tetapi juga lewat aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, pembangunan lembaga pendidikan hingga pelosok daerah menjadi bentuk dakwah yang mampu mencerdaskan bangsa dan membuka akses ilmu pengetahuan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ia menyebut kiprah Muhammadiyah sejak sebelum Indonesia merdeka telah menghadirkan sistem pendidikan modern yang melahirkan banyak tokoh bangsa di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, politik, ekonomi, hingga profesional. Karena itu, Dedi berharap semangat pengabdian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi organisasi kemasyarakatan lainnya.

Sementara itu, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengapresiasi perjalanan panjang ‘Aisyiyah yang selama lebih dari satu abad terus berkontribusi bagi pembangunan bangsa, khususnya melalui sektor pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Menurutnya, keberadaan lembaga pendidikan yang dikelola ‘Aisyiyah, termasuk keterlibatannya dalam pengelolaan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Garut, menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Selain itu, Syakur mengajak seluruh kader ‘Aisyiyah untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu kesehatan. Ia menekankan pentingnya edukasi mengenai penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), percepatan penanganan stunting, serta pencegahan berbagai penyakit menular melalui pendekatan keluarga dan komunitas.

Ia berharap jaringan ‘Aisyiyah yang telah aktif membangun layanan kesehatan di berbagai wilayah dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan edukasi kesehatan kepada masyarakat secara lebih luas.

Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Barat, Ia Kurniati, menjelaskan bahwa Milad ke-109 yang diperingati tahun ini mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian.” Tema tersebut mencerminkan komitmen organisasi untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui gerakan sosial, pendidikan, dan kemanusiaan.

Ia juga mengingatkan bahwa Garut memiliki nilai historis bagi perkembangan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Jawa Barat karena menjadi daerah pertama yang menerima estafet perjuangan organisasi dari Yogyakarta. Dalam kesempatan itu, Ia Kurniati turut menyampaikan apresiasi kepada para keluarga tokoh perintis ‘Aisyiyah di Garut yang telah mewariskan semangat perjuangan hingga saat ini.

Rangkaian sambutan ditutup oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Yadi Janwari. Ia menyampaikan bahwa Milad ke-109 ‘Aisyiyah beriringan dengan Milad ke-113 Muhammadiyah sebagai bukti perjalanan panjang kedua organisasi dalam memberikan kontribusi bagi bangsa. Yadi mengajak seluruh kader untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat kecerdasan, dan memperluas pengabdian demi kemajuan Indonesia.