BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Akibat gempa bumi yang terjadi beberapa hari lalu, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Citeureup 6, tepatnya di Kampung Jalupang, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, mengalami retak di bagian pondasi bawah, dinding, plapom dan tiang penopang.
Dede Mardiah, Kepala Sekolah SDN Citeureup 6, mengatakan dengan kondisi bangunan seperti ini, pihaknya meminta kepada Dinas terkait untuk segara memperbaiki. Akan tetapi kalau ada lokasi yang bagus, pihaknya minta dipindahkan sekolahnya saja, lantaran tanah yang ditempati sekarang sangat labil.
“Iya, semuanya ada 8 ruangan. Satu di antaranya ruang perpustakaan dan 7 ruang kelas untuk kegiatan belajar mengajar. Namun kondisi 7 ruangan tersebut, yang digunakan hanya 4 ruangan, karena kondisi 3 ruangan mengalami retak-retak yang sangat parah. Takutnya ketika diisi oleh siswa pada saat belajar, tiba-tiba roboh. Maka dari itu kami tidak memakai ruangan tersebut,” katanya.

Ia menerangkan, memang tiga bangunan ruang kelas pernah di rehab pada 2011, namun sekarang sudah rusak, dan untuk empat ruang belajar mendapatkan rehab 2012, dan 2014 dibangun perpustakaan untuk para siswa SDN Citeureup 6.
“Jadi semua ruangan ada 8. Satu ruang perpustakaan, 7 ruang kelas yang salah satunya dijadikan ruang guru,” tambah Dede Mardiah.
Mas Yadi Suryadi, Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan Kecamatan Panimbang, mengatakan bahwa Dinas terkait untuk segera menangani dan memperbaiki bangunan SDN Citeureup 6, karena kondisi saat ini sangat memprihatinkan. Kalau tidak segera diperbaiki maka sekolah tersebut akan ambruk.
“Kami meminta kepada Dinas terkait, khusuanya Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pandeglang. Dan untuk sementara siswa akan di ungsikan pada ruangan yang relatif aman,” ungkap dia.
Ia menambahkan, apalagi jika sekolah tersebut sebentar lagi akan menghadapi perbekalan untuk Ujian Nasional. Sementara ini ruangan yang rusak parah, yakni ruang kelas 4, 5 dan 6. Ia menyarankan kepada pihak sekolah bahwa peserta didik jangan dulu untuk mengisi ketiga ruang tersebut, dikhawatirkan kondisi bangunan tersebut ambruk.
Suaedi Kurdiatna, Camat Panimbang, menyarankan untuk tidak menggunakan ruang belajar sementara ini, karena khawatiran dengan kondisi ruang belajar tersebut. Apalagi dengan kondisi cuaca ekstrim, takut bangunannya roboh dan akan menyebabkan bahaya bagi peserta didik yang sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar.
“Semoga dengan adanya tim investigasi dari Dinas terkait untuk segera bisa memperbaiki bangunan SDN Citeureup 6 yang sangat memprihatinkan.” harap Suaedi Kurdiatna.
Editor: NA











