Aktivis Guntur Romli Jadi Saksi Dalam Sidang Buni Yani

10.028 dibaca

Bagi para pengguna sosial media, khususnya twitter, nama Mohammad Guntur Romli dihadirkan dalam sidang terdakwa kasus dugaan pelanggaran UU ITE Buni Yani. Sidang lanjutan ini digelar di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Pemerintah Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (25/7/2017).

Guntur sendiri dikenal dikalangan para pegiat HAM dan anti radikalisme. cuitannya di sosial media banyak memuat pesan – pesan anti radikalisme

Advertisement

Pria pemilik akun twitter @gunromli ini juga dikenal sebagai aktivis yang terlibat diberbagai aksi anti ormas radikal seperti aksi Indonesia Tanpa FPI pada tahun 2012 silam. Terakhir Guntur aktif menyuarakan dukungan terhadap pembubaran HTI ( Hizbut Tahrir Indonesia )

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum berencana menghadirkan 3 orang saksi. Namun, satu orang saksi bernama Putri Basri tidak hadir tanpa ada keterangan yang jelas.

“Belum ada keterangan halangan,” kata JPU di lokasi sidang.

Terpantau, tim pengacara Buni Yani memprotes barang bukti video yang dihadirkan jaksa dalam sidang keenam dugaan kasus pelanggaran UU ITE yang menjerat Buni Yani.

Salah satu pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadian, video yang diajukan penuntut umum di sidang keenam pernah dijadikan barang bukti dalam sidang bekas Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ).

Karena itu, ia menganggap bukti rekaman video tidak sah dan berbeda dengan yang ditampilkan sebelumnya.

“Kenapa tidak sejak awal, tidak ada dalam barang bukti bekas 21 Juni. Setelah kami kritisi, dan itu tidak ada keterangan. Seharusnya yang sudah ada dalam barang bukti,” kata Aldwin.