BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Pernyataan Presiden PKS ( Partai Keadilan Sejahtera ) Mohamad Sohibul Iman yang menyatakan koalisi PKS Gerindra akan mengusung pasangan Deddy Mizwar ( Demiz ) dan Ahmad Syaikhu dalam Pilgub Jabar 2018, mengundang kontroversi baik dari internal partai Gerindra maupun dari publik. Pengamat menilai terlalu dini jika pernyataan ini digulirkan oleh PKS, mengingat masih ada figur lain selain Demiz yang masuk radar Gerindra.
” Terlalu dini dan terkesan klaim saja. Ini akan merugikan PKS. Di Gerindra sendiri belum ada pernyataan resmi, kan ketua nya sendiri ( Ketua DPD Jabar Gerindra, Mulyadi ) sudah membantah pemberitaan itu. Seharusnya PKS bisa menghargai Gerindra. Ini juga akan menimbulkan gejolak di Partai Gerindra, ” kata DR Yusuf Hermawan, S.Sos, M.Si, Analis dan peneliti politik dari lembaga kajian Aliansi Masyarakat Untuk HAM, Demokrasi dan Keadilan Hukum ( Amandemen ) .
Lebih lanjut Yusuf menyatakan, Amandemen sendiri menganalisa Gerindra masih belum final dalam menentukan nama figur. Masih kata Yusuf, pihaknya juga masih melihat tiga figur yang masuk radar Gerindra cukup bersaing ketat
” Kami menganalisa juga dari berbagai pemberitaan dan dari berbagai sudut, justru ada satu nama yang kuat dalam pemberitaan media massa rajin berkomunikasi dengan lingkaran Gerindra. Kalau Mulyadi kan Kader, Itu Agung Suryamal, ketua Kadin Jabar, juga kami lihat cukup kuat. Partai ( Gerindra ) itu kan mempertimbangkan sisi kesiapan figur yang akan diusungnya. Kesiapan itu tidak satu aspek saja, bukan sekedar popularitas, hasil survey dan opini – opini. Logistik juga faktor yang harus dipertimbangkan. Jawa Barat itu medan tempur yang luas dan sangat dinamis. Salah memilih bisa berbahaya” Kata Yusuf
Lanjut Yusuf, Amandemen juga melihat Gerindra cukup hati – hati dalam menentukan nama yang akan diusungnya
” Gerindra mungkin saja akan mempertimbangkan figur yang tidak memiliki resistensi terhadap kelompok – kelompok masyarakat. Diantara 3 figur itu, siapa yang dinilai tidak memiliki resistensi atau setidaknya minim resistensi. Ini untuk mewaspadai serangan black campaign dari lawan politik, ” sambung Yusuf.











