BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Awal pekan ini, perpolitikan Jawa Barat sempat dihebohkan dengan pemberitaan pernyataan Presiden PKS ( Partai Keadilan Sejahtera ) yang menyatakan koalisi PKS Gerindra akan mengusung pasangan Deddy Mizwar ( Demiz ) dan Ahmad Syaikhu Dalam Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada ) Jawa Barat 2018 mendatang
Sontak pernyataan tersebut disanggah internal Gerindra. Ketua DPD Jabar Partai Gerindra Mulyadi menyatakan, bahwa DPD dan DPC Gerindra yang ada di Jawa Barat masih fokus pada hasil rapat pimpinan daerah Gerindra Jawa Barat
” Itu sepihak, klaim saja. Gerindra di Jawa Barat masih fokus pada hasil Rapimda ( mengusung Mulyadi ), ” kata dia
Pernyataan serupa dilontarkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon
” Saya kira belum final ya, tapi mengerucut ke arah tokoh-tokoh tertentu iya,” Kata Fadli, Selasa (25/7/2017).
Pengamat dari Lembaga Kajian Aliansi Masyarakat Untuk HAM, Demokrasi dan Keadilan Hukum ( Amandemen ) membaca komunikasi politik ini sebagai langkah PKS memberikan sinyal untuk menutup rapat pintu masuk bagi figur lain masuk dalam lingkaran bursa cawagub PKS
” Bisa juga ini sebagai upaya sebagian elit PKS untuk menyampaikan pada publik bahwa partai itu memastikan tidak akan mengusung Netty ( Netty Prasetiyani Heryawan, istri Gubernur Jabar Ahmad Heryawan ). Itu bisa. Banyak faktor mengapa PKS ingin menyampaikan pada publik soal itu sekarang, salah satunya PKS tak ingin terjebak dalam upaya – upaya penggiringan opini publik bahwa seolah – olah ibu Jabar satu itu merupakan calon satu – satunya dari PKS. Partai ini ingin menunjukkan bahwa masih ada kadernya yang potensial selain Netty, ” kata Dr Yusuf Hermawan, Analis dan peneliti politik Amandemen
Lanjut Yusuf, PKS juga memiliki alasan lain mengapa menggulirkan pernyataan ini
” Ini juga upaya PKS untuk menawarkan opsi sekaligus promosi awal pada publik. Syaikhu kan juga belum banyak dikenal awam. Mungkin bagi masyarakat Bekasi iya, karena jabatannya kan sebagai Wakil Walikota Bekasi, tapi bagaimana dengan publik di daerah – daerah lain yang ada di Jawa Barat? . ya kalau sederhananya, meningkatkan daya jual. Bisa jadi iya Syaikhu calon wakil ( Gubernur ) nya, bisa jadi juga tidak. Dalam politik tidak ada yang tidak mungkin,” tambah Yusuf
Masih kata Yusuf, pihaknya melihat ada kejanggalan dalam pernyataan PKS soal isu ini
” Apa iya Prabowo mau mengambil start lebih dini ? . Ini kan situasinya sedang demikian dinamis, saya yakin sekelas Prabowo tidak secepat itu, terlebih upaya penggiringan opini publik bahwa Demiz dipastikan diusung Gerindra sudah sedemikian masif dihembuskan. Semudah itukah dibaca ? saya yakini tidak. Banyak pengalaman buruk dari Prabowo jika harus mengusung orang diluar kader atau setidak – tidaknya orang diluar lingkarannya. Saya kira saya tidak usah lagi menyebut siapa – siapa saja yang sudah dianggap berkhianat pada Prabowo. Anda kan juga lebih faham. Nah yang tidak kalah penting, Demiz bukan representasi dari Gerindra, kalau Demiz representasi dari PKS, mungkin iya. Prabowo tidak semudah itu terjebak dalam figur yang popularitas tinggi. Bagi The King Maker seperti Prabowo, popularitas bukan segala-galanya. Tapi kembali lagi ke ucapan saya tadi, walaupun kecil kemungkinannya, tidak ada yang tidak mungkin dalam politik,” ucap Yusuf.












