BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Mewakili Pimpinan Pemerintah Kabupaten ( Pemkab ) Garut, Asisten Daerah bidang pemerintahan H Suherman mengunjungi korban dugaan keracunan makanan yang terjadi di Pesantren Almuawwanah , kampung Parakan Salak desa Sukamerang kecamatan Kersamanah kabupaten Garut, Senin 30 Agustus 2021.
Usai meninjau korban dan Ponpes, Asda 1 Suherman mengatakan, setelah melihat langsung kondisi di lapangan, pihaknya melihat cukup puas atas penanganan para korban.
” Saya melihat sangat bagus penanganan yang dilakukan oleh para tenaga medis yang ada di PKM Sukamerang, ini berkat kerjasama yang baik antara Pemkab Garut, TNI-Polri, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BPBD Garut dan Baznas kabupaten Garut yang begitu sigap dalam menangani para korban dugaan keracunan ini” kata Suherman.
Dari keterangan yang diterima lanjutnya, dugaan sementara keracunan ini berasal dari nasi bungkus yang dibagikan Pesantren Almuawwanah usai melaksanaakan pengajian rutin, dalam estimasi 3 jam setelah menyantap makanan, baru terjadi gejala beberapa santri mengalami muntah – muntah, Ada 61 korban yang mengalami gejala keracunan, namun kini hanya tersisa 15 korban masih di rawat di 3 PKM, Limbangan, Cibatu dan PKM Sukamerang.
” Sementara yang 46 korban lainnya sudah diperbolehkan pulang, dan sample makanan sedang dalam pemeriksaan Labolatorium” ujarnya.
Suherman memastikan, seluruh santri yang mendapat perawatan saat ini tidak dikenakan biaya atau gratis.
” Jadi kepada seluruh keluarga korban jangan khawatir, kami menyakinkan penanganan kesehatan pasien kita utamakan dan digratiskan” tutur Suherman.
Ikhsan Alikahudayat ( 14 ) santri asal Sumedang menjelaskan, usai makan nasi bungkus yang berisi lauk telur balado dan bihun Goreng dirinya langsung tidur.
” Pas bangun tidur itu baru terasa perut sakit dan muntah – muntah, namun sekarang sudah mulai baikan” terangnya.









