
BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Sangat disayangkan kuota Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS ) untuk honorer K2 Kabupaten Garut yang berjumlah 230 tidak terpenuhi sesuai yang diberikan oleh Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( KEMENPANRB ), dari kuota yang tersedia hanya 207 calon yang terverifikasi, hal ini disampaikan Bupati Garut H Rudy Gunawan kepada Buanaindonesia di Kantor Badan Kepegawaian Daerah ( BKD ) Garut Jalan Patriot, Selasa 16 Oktober 2018.
Dikatakan Bupati Rudy Gunawan, dari 207 CPNS K2 yang sudah masuk ke BKD merupakan Kuota bagi guru dan perawat yang sudah ditentukan sebanyak 230 K2 guru dan 7 K2 perawat, kurangnya terpenuhi kuota itu disebabkan oleh batas usia K2 yang merupakan salah satu syarat verifikasi dan pendidikan yang sudah ditentukan yakni harus S1.
” dari kuota guru yang disediakan oleh KemenpanRB sebanyak 230, ternyata yang terverifikasi di BKD hanya 207 CPNS, itu pun dikurangi 4 bagi perawat”, kata Bupati Rudy Gunawan.
Hal ini sambung Rudy Gunawan sangat disayangkan, padahal tahun depan kesempatan ini sudah tidak ada lagi, artinya pendaftaran CPNS untuk K2 sudah tidak ada.
” Sementara itu untuk kategori umum seluruh kuota sudah terpenuhi bahkan lebih, kecuali untuk Dokter spesialis Garut tidak terpenuhi karena tidak adanya Dokter Spesialis di bawah usia 35 tahun”, pungkas Rudy Gunawan










