
BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Dalam rangka persiapan lonjakan kasus Covid 19 yang terjadi pasca hari raya Idul Fitri 1442 H, Bupati Garut H Rudy Gunawan melakukan rapat koordinasi bersama Kepala Puskesmas, Camat sekabupaten Garut di aula kantor Dinas Kesehatan, Selasa 18 Mei 2021.
Rakor dihadiri pula oleh Kepala Dinas Kesehatan, Kabag Tapem, Kabid P2P, Kabid Kesmas dan Kasubag Umum Dinkes dan Camat serta kepala Puskesmas.
Dalam arahannya Bupati Garut H Rudy Gunawan menyampaikan, sehubungan dengan diselenggarakannya Pilkades 2021 di kabupaten Garut, kegiatan yang langsung berhubungan dengan masyarakat yang berkaitan dengan pelaksanaan Pilkades.
” Karena ini dilaksanakan secara politis maka Bupati dan Wakil Bupati untuk sementara menunda kegiatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat” kata Bupati Garut.
Ada 2 tugas utama perhatian bagi camat lanjut Rudy, pertama terkait pelaksanaan penanganan prokes di masa libur Idul Fitri yang ada desa wisatanya termasuk wisata – wisata yang dikelola desa.
” Saya mohon penanganan prokes di wisata – wisata yang ada di desa, ukurannya apabila melebihi 50 persen untuk dibubarkan, kalau perlu menutup akses ke tempat wisata tersebut, ini sudah menjadi keputusan Satgas Covid 19, jadi nga usah ragu – ragu” ujar Bupati Rudy.
Yang kedua sambung Rudy, menjadi perhatian Camat dan tokoh – tokoh yang ada di kecamatan, untuk membuat tentramnya Pilkades 2021, hal yang besar harus menjadi kecil dan permasalahan yang kecil menjadi hilang.
” Jadi kita ini adalah pemerintahan harus cepat melakukan langkah – langkah kepastian, sekarang Alhamdulillah seleksi telah selesai, kini kita menghadapi hal yang krusial menghadapi yaitu sosialisasi dan kampanye terbuka” tutur Rudy.
Disampaikan Rudy, ada hal baru yang harus diperhatikan terkait TPS.
” Kalau bisa tempat yang digunakan yang biasa digunakan Pilkada atau Pilpres agar jangan ada hal yang dianggap menguntungkan salah satu calon, ini harus di perhatikan, oleh karena itu harus ditentukan jauh hari dibuatkan berita acara penetapannya, saya berharap ini harus diperhatikan dengan serius” ungkapnya.
Kembali ke permasalahan Covid 19, Pemkab Garut telah menyiapkan tempat isolasi apabila ada outbreak pasca libur Idul Fitri.
” Kami menyiapkan 100 bed tempat isolasi di rumah susun dengan Nakesnya, kita menunggu 14 hari ke depan apakah akan terjadi uotbreak pasca libur Idul Fitri ini” pungkasnya.
Sementara itu kepala Dinas Kesehatan Maskud Farid melaporkan, kondisi di kabupaten Garut ada 4 kecamatan yang masih berada zona merah yaitu Garut Kota, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler dan Cilawu.
” Untuk di Garut Kota cukup tinggi dan bagi kecataman lain berada di zona kuning dan zona orange, untuk Garut Kota berada di kelurahan Cimuncang dan Kota Kulon, untuk Tarogong Kidul desa Pataruman” papar Maskud Farid.
Untuk Kasus Covid 19 tutur Maskud, di kabupaten Garut cukup menurun meski angka kematian cukup tinggi.
” Ini ada beberapa sebab, yang pertama kepada Puskesmas untuk lebih cepat merujuk pasien ke Rumah Sakit, yang kedua proses rujukan Puskesmas ke RSUD masih belum lancar, agar pencegahan penyakitnya lebih baik, meski kasus berkurang tapi kita tetap untuk waspada dan siaga ” tuturnya.
Dikatakan Maskud, untuk menghadapi Pilkades 2021, tim kesehatan Puskesmas akan dipersiapkan di tiap desa.
” Tetap sampaikan ke masyarakat untuk mematuhi prokes dan laksanakan 5M” ucapnya










