Bupati Garut : Insiden Di Bayongbong Jangan Terulang Lagi

30.306 dibaca


BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Kasus penganiayaan siswa oleh guru Ds ( 58 ) di SD Sukamanah 3 desa Sukamanah kecamatan Bayongbong Garut menjadi perhatian Bupati Garut H Rudy Gunawan.

Kepada Buanaindonesia Bupati Rudy Gunawan menyatakan permohonan maaf atas terjadinya insiden di SD Sukamanah 3 Bayongbong.

Advertisement

” Selaku Bupati Garut Saya mohon maaf atas insiden kejadian ini”, ujar Bupati Rudy Gunawan, Jumat 26 Oktober 2018.

Ditambahkan Bupati, pihaknya sudah memerintahkan Dinas Pendidikan dan Pengawas guru untuk segera melakukan introspeksi kedalam Korp guru.

” Saya minta kejadian ini pertama dan terakhir terjadi di Garut, guru harus lebih profesional dan menjadikan anak didik sebagai anak yang harus mendapatkan perlakuan baik dengan penuh kasih sayang, apalagi ada program Embun Pagi”, tambah Bupati.

Lanjut Rudy Gunawan, pasca kejadian saat itu juga dirinya langsung menintruksikan Dinas Pendidikan bidang SD dan Camat Bayongbong untuk melakukan penelitian ke lapangan dan menghubungi keluarga korban.

” Saya langsung mengintruksikan Dinas Pendidikan SD dan Camat Bayongbong untuk meneliti kejadian di SD Sukamanah 3 Bayongbong dan mendatangi keluarga siswa”, jelas Rudy Gunawan.

Sementara itu Pjs Sekertaris Dinas Pendidikan Yuda Imam Pribadi membenarkan, pasca kejadian Disdik Garut melalui Kabag Umum Asep Saeful untuk turun ke lokasi kejadian.

” Saat ini semua laporan temuan dilapangan telah dilaporkan kepada pimpinan” ungkap Yuda.

Sedangkan Kabid SD Ade Manadin mengatakan, saat ini pihaknya menyiapkan tim trauma healing untuk memantau kondisi bocah SD yang menjadi korban kekerasan oknum guru di Bayongbong.

“Kami sudah siapkan tim trauma healing. Peserta didik harus diselamatkan dan harus tetap sekolah,” kata Kepala Bidang SD Disdik Garut, Ade Manadin.

Sebelumnya sempat beredar Video pengakuan 3 siswa SD yang dianiaya oleh oknum guru di Media Sosial ( Mensos ) dari informasi siswa tersebut merupakan murid SD Sukamanah 3 Bayongbong Garut yang dianiaya oleh DS ( 58 ) guru pengajar di sekolah tersebut.