Bupati Garut melaksanakan Monitoring Terkait Kemiskinan Ekstrem Sekaligus Gelar Launching Baras Pemkab Garut

9.996 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Pemerintah Kabupaten ( Pemkab ) Garut, hari ini melaksanakan kegiatan Launching Bantuan Beras ( Baras ) bagi keluarga miskin se kabupaten Garut sekaligus monitoring lapangan berkaitan kemiskinan ekstrem yang di mulai di desa Selaawi kecamatan Selaawi kabupaten Garut, Selasa 12 September 2023.

Launching dilakukan langsung oleh Bupati Garut H Rudy Gunawan didampingi para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD ) dan Camat serta Kepala Desa Selaawi.

Advertisement

Bupati Garut mengatakan, Pemkab Garut memiliki cadangan beras sebanyak 300 ton untuk disiapkan hingga bulan Januari 2024.

” Untuk saat ini kita keluarkan 100 ton untuk dibagikan kepada masyarakat yang akan Pemkab Garut bagikan, hari ini kita Lauching di desa Selaawi , ini ada 2,5 ton yang akan dibagikan di kecamatan Selaawi, ini kita launching dan akan dilanjutkan besok oleh dinas – dinas teknis di 42 kecamatan, ini program pertama Bantuan Beras ( Baras ) dari cadangan beras pemerintah kabupaten Garut ” kata Bupati Garut.

Rudy berharap, tidak ada kekurangan beras bagi masyarakat yang membutuhkan, untuk mengantisipasi kekurangan beras, saat ini ada beberapa wilayah di Garut yang akan panen.

” Saya berharap yang panen ini bisa secepatnya di panen, hingga bisa memberikan dampak terhadap stabilnya harga beras” harapnya.

Sementara itu menyinggung terkait kemiskinan ekstrem, Bupati menyampaikan, bahwa pasca Covid 19 yang melanda Indonesia termasuk kabupaten Garut, angka kemiskinan kembali naik di angka 10,08 persen di tahun 2021, padahal tahun 2020 kita sudah menyentuh di angka 8,8 persen.

” Dan di tahun 2022 turun di angka 10,04 persen, diantara 10,04 persen yang masuk kategori miskin ada kurang lebih 82 orang yang masuk kulifikasi miskin ekstrem atau sekitat di angka 3 persen, jadi 10,04 persen yang 3 persen nya miskin ekstrem ” terang Bupati Rudy.

Masih kata Rudy, tentunya Pemkab Garut akan fokus menyelesaikan masalah ini, dengan berbagai strategi, sebagai contoh upaya Pemerintah Pusat dengan memberikan BLT, sementara pemerintah Garut memiliki strategi dengan perencanaan yang strategis untuk jangka panjang.

” Salah satunya yaitu adanya peluang pekerjaan, adanya investasi dan juga menaikan Indek Pertamanan ( IP ) dan sarana prasarana berupa jalan usaha tani serta hal – hal lain yang dilaksanakan oleh dinas – dinas teknis” paparnya.

Imbuhnya, hari ini pihaknya didampingi dinas – dinas teknis turun ke lapangan untuk melakukan monitoring langsung terhadap apa yang dimaksud kemiskinan ekstrem.

” Tentu kami bersungguh – sungguh untuk menyelesaikan masalah itu , dan Insya Allah mungkin kita bisa melihat kerja keras Pemkab Garut di bulan November 2023, dimana angka kemiskinan di 2023 akan dibuka kembali, Insya Allah kita bisa turun 1 digit, dan saya terima kasih semua pihak yang telah berkolaborasi untuk menyelesaikan kemiskinan ekstrem di kabupaten Garut , ayo kita bergotong royong semua stake holder bersatu padu menyelesaikan masalah kemiskinan ekstrem” tandasnya.