BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – ” Jadi di tahun 2022 bertepatan dengan Hari Jadi Garut ke 209, Kita akan mendeklarasikan kabupaten ODF” demikian yang disampaikan Bupati Garut H Rudy Gunawan usai menghadiri rapat koordinasi dalam rangka percepatan kabupaten Garut Open Defecation Free ( ODF ) tahun 2022 bertempat di gedung Art Centre jalan Proklamasi kecamatan Tarogong Kidul kabupaten Garut, Kamis 18 Maret 2021.
Disampaikan Bupati Rudy, dalam jenjangnya ODF bertahap mulai dari warga, desa / kelurahan sampai kecamatan.
” Untuk sekarang ini di kabupaten Garut baru mencapai 40% daerah kecamatan yang sudah mendeklarasikan ODF terdiri dari 5 kecamatan” ungkap Rudy.
Masih kata Rudy, dalam mekanismenya, daerah yang ingin bebas ODF melalui sistem yang ada.
” Ada Sistemnya, itu dilakukan pemicuan oleh Puskesmas yang bekerjasama dengan forum RW yang ada dibawah koordinasi Kepala desa dengan supervisi dari para Camat, disini posisi camat mempunyai tigas sebagai supervisi kegiatan – kegiatan sampai tingkat RW, ODF ini sebenarnya perumah atau perdusun” tuturnya.
Imbuhnya, untuk mewujudkan ini pemerintan daerah akan menyiapkan anggaran sebesar besarnya untuk kepentingan sanitasi. Kita konsen atas target yang ingin Pemkab Garut Capai, selain anggaran yang kita siapkan punishment akan diberlakukan bagi para camat yang tidak mampu mengODFkan wilayahnya.
” Saya berharap semua elemen yang ada di masyarakat turut mendukung program ini dalam upaya mensukseskan STBM di kabupaten Garut” harap Rudy Gunawan.
Sementara itu kepala Dinas Kesehatan kabupaten Garut Maskud Farid menyampaikan, Target kabupaten Garut dalam mensukseskan ODF 100% menjadi tugas dari Dinas Kesehatan untuk lebih pro aktif kepada para pekerja kesehatan terutama Puskesmas – Puskesmas yang ada dalam mensosialisasikan kepada masyarakat.
” Kami mendorong para Puskesmas – Puskesmas untuk bekerjasama dengan pemerintah yang ada di wilayah kerjanya dalam upaya mempercepat ODF sebagai salah satu program percepatan pembangunan kabupaten Garut tahun 2022″ ucap Maskud.










