Bupati Garut Minta Badan Promosi Wisata Daerah Turun Hingga Desa

5.491 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Garut kota termahal ternyata sempat menjadi bahan rapat forkompimda, bahkan untuk urusan parkir dan cuci mobil pun menjadi bagian permasalahan yang sempat dibahas. “Untuk masalah mobil, kami bersama wakil bupati, pa dandim dan pa kapolres sempat kami bahas bersama,” ujar Bupati Garut Rudy Gunawan, Senin 20 Januari 2020, di hadapan Pengurus Badan Promosi Wisata Daerah yang baru saja dilantik bupati di Lapang Setda Kabupaten Garut.

Bupati Rudy berharap kesan negaitif itu dihilangkan dengan peran Badan Promosi Daerah, apalagi Garut diproyeksikan sebagai Destinasi Wisata Internasional. Maka keberadaan badan ini diharapkan dapat turut andil serta.

” Kalau perlu Saudara turut serta menjadi bagian dalam Musrenbangdes,” tegasnya.

Ditambahkan Rudy, sebenarnya Pemerintah Kabupaten Garut telah berupaya mendukung kepariwisataan dengan mulai ditingkatkannya kualitas infrastruktur jalan menuju objek wisata menajdi lebih baik. Bupati mencontohkan, bagaimana akses menuju Objek Wisata Leuwitojong di Kecamatan Cihurip yang telah dinobatkan sebagai Surga Tersembunyi – sebuah penghargaan diberikan Kemenpar dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018, di Jakarta.

” Dulu untuk menuju Leuwitonjong kondisi jalan amat jelek, padahal ada objek wisata bagus di situ, maka sekarang Pa Haji Ato dan Pa Haji Deden bisa naik sedan ke sana,”ujar Bupati sambil melirik kedua Penasihat Badan Promosi Wisata Daerah, H. Ato Hermanto dan H. Deden Rohim yang turut hadir disela-sela pelantikan.

Bupati juga mengisyaratkan bahwa revitalisasi Situ Bagendit akan segera dilakukan dengan telah dialokasikan anggaran sebesar 100 milyar rupiah dari Pemprov Jabar. Dengan revitalisasi ini diharapkan berdampak terhadap PDRB Kabupaten Garut.