Bupati Garut : Tidak Ada Penolakan Dana Banprov,Pakis Garut Banprov Penting Bagi Garut

18.850 dibaca


BUANAINDONESIA.CO.IDTuduhan penolakan Dana Bantuan Provinsi ( Banprov ) Jawa Barat Tahun 2018 oleh Pemkab Garut dibantahkan oleh Bupati Garut H Rudy Gunawan.

” Siapa yang menolak?, masa diberi uang menolak, yang ada itu adalah kemungkinan tidak diserap itu karena masalah prosedural dan waktu”, ungkap Bupati Garut, Senin 19 November 2018 usai apel Gabungan di Setda Garut.

Advertisement

Rudy menerangkan, persoalan Bantuan Provinsi ini Pemkab Garut telah berhitung tentang jadwal dan waktu yang tersedia, untuk itu pihaknya akan mengirimkan surat kepada Gubernur Jawa Barat menerangkan dokumen resmi dari Gubernur terkait Banprov tahun ini.

” Saya akan menerangkan kepada Gubernur Jabar bahwa Pemkab Garut belum menerima dokumen resmi dengan batang hukum dan sebagainya, sehingga Kami belum bisa memasukan kepada anggaran perubahan menjabaran kegiatan APBD perubahan 2018″, terangnya.

Rudy Gunawan memandang, melihat tidak lengkapnya prosedur dokumen Banprov ini, dirinya menduga provinsi Jabar tidak sungguh – sungguh.

” Kan harusnya Provinsi Jawa Barat menyerahkan itu dengan surat pengantar, sehingga Kami bisa memasukan kepada APBD Perubahan Pemkab Garut, nah dalam evaluasi tanggal 12 Oktober 2018 bantuan itu tidak nampak, jadi secara prosedurnya masukan dulu kedalam APBD perubahan, itupun dokumennya sudah lengkap bukam seperti yang ada sekarang”, jelas Rudy Gunawan.

Yang kedua sambungnya, seolah – olah Dinas – dinas sudah siap tergantung dari Bupati, padahal jelas pengguna anggaran ada di sana.

” Saya hanya memerintahkan kalau SKPD mau melaksanakan lihat secara rinci tentang waktu yang tersedia, prosedurnya harus tepat dan juga ada batas kewajaran dengan dana sebesar 135 Milyar dengan waktu 45 hari.

” Saya sendiri prihatin dengan tidak diserapnya anggaran dan dirugikan, banyak program yanh tidak dilaksanakan ini akibat anggaran provinsi 2 yg terlambat, tetapi ini Kita kaji lagi dari pada menjadi permasalahan di kemudian hari”, ujar Rudy Gunawan.l

Sementara itu pendapat Pusat Analisa Kebijakan dan Informasi Strategis ( PAKIS ) Galih F Qurbani berpendapat, setelah mengukuti pertemuan audensi antara Bupati Garut dan Pengusaha di Pameungkang tadi malam, dalam menyikapi pro kontra atas info diserap atau tidaknya Banprov 2018, bahwa persoalan kabar tentang penolakan bupati hanya gosif belaka dan tidak beralasan.

” Itu hanya adanya mis saja dari pihak pihak berkompenten”, terang Galih F Qurbani Caleg dari PKB ini.

Lanjut Galih, sejatinya bupati memiliki sikap terbuka , berhati-hati dalam menyikapi persoalan banprov karena realitasnya memang waktu begitu mepet.

” Terkait penyiapan administrasi dan hal teknis yang bisa berdampak pada kualitas pada infrastruktur yang dibangun , dan ini sangat wajar di sikapi oleh bupati selaku kepala daerah dan pemerintahan”, lanjutnya.

Jadi sambungnya, tadi malam alhamdulillah sudah clear , pihak pengusaha dan bupati serta dinas teknis menyepakati untuk menyerap BANPROP 2018.

” Kita sangat menyadari betapa penting dan besarnya manfaat bantuan keuangan propinsi bagi pembangunan garut yg memang dalam APBD memiliki keterbatasan .

” Oleh karena nya kesamaan presepsi antar kedua belah pihak ini menjadi angin segar bagi para pengusaha dan Pemkab Garut yang akan memberikan multi player effect bagi perputaran ekonomi garut baik formal maupun informal , dengan keputusan ini juga para buruh, para pemasok matrial dan sektor lain akan tergerak dan mendapatkan profit dan benefit terlebih buat masyarakat garut pada umumnya”, harap Galih.

Galih berharap, dengan keputusan ini juga dirinya menghibau kepada dinas teknis dan para pengusaha untuk melakukan pembangunan dengan sebenar benarnya sesuai prosedur dan mengutamakan kualitas pembangunan dengan waktu yang singkat sehingga tidak ada lagi korban yang menjadi pesakitan akibat salah prosedur dan asal kerja