Irna Narulita Minta Kepala OPD harus membuat Langkah cepat Penanggulangan penyebaran Covid-19 di Pandeglang

1.955 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Ditengah merebaknya wabah Virus Corona (Covid 19), Bupati Pandeglang Irna Narulita Pimpin Rapat Koordinasi (Rakor) dengan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Taman Gedung Pendopo Kabupaten Pandeglang, Kamis 26 Maret 2020.

Pada rakor tersebut Irna meminta kepala OPD harus membuat langkah cepat dalam menanggulangi penyebaran Covid 19 di Pandeglang.

” Dampak Corona ini sangat luas bagi masyarakat salah satunya kepada ekonomi masyarakat. Kita harus bisa mencari solusi agar masyarakat tenang,” disampaikan Irna Narulita saat Rakor.

Irna mengatakan, untuk percepatan penanganan Covid 19 akan ada refocusing sesuai Instruksi Presiden no 4 tahun 2020. Hal ini kata Irna merespon cepat dari pernyataan Presiden Republik Indonesia beberapa waktu lalu perlu kita laksanakan. Kegiatan yang tidak ada dampaknya kepada masyarakat akan kita geser dalam rangka percepatan penanganan Covid 19 di Pandeglang.

” Saya berharap semua OPD membuat langkah konkrit dalam membuat program kegiatan untuk percepatan penanggulangan Covid 19. Kita harus siap melakukan langkah-langkah yang tepat sesuai intruksi Presiden, karena penyebaran Covid 19 berdampak ke berbagai sektor, salahsatunya sektor sosial ekonomi,” imbuhnya.

Menindaklanjuti hasil Rakor tersebut, Kepala Dinas Sosial Nuriah mengatakan, pihak Dinsos akan mengeluarkan bantuan sosial bagi para ODP dan keluarga yang Isolasi diri.

” Bantuan sosial yang kami berikan berupa beras dengan perhitungan Orang X beras 400 gram X 14 hari,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Raden Dewi Setiani, kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) bantuan dari Provinsi Banten berjumlah 25 set.

” kelengkapan APD tersebut semua kami serahkan ke pihak RSUD Berkah,” ucapnya.

Selain APD, dikatakan Dewi, Pandeglang juga mendapat bantuan Rapid Tes sebanyak 250 buah yang akan digunakan bagi para ODP, PDP dan Petugas Kesehatan.

” Tenaga Kesehatan yang kontak langsung akan di tes, memang saat ini masih kesulitan untuk mendapatkan alat ini karena stoknya terbatas,” pungkasnya.