ODP Dan PDP Bertambah, Pemkab Garut Himbau Warga Patuhi Social Distancing

14.195 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Perkembangan kasus penanganan wabah virus Corona di kabupaten Garut hingga hari ini, Kamis 26 Maret 2020 pukul 18.00 masih NEGATIF untuk pasien yang terjangkit virus Covid-19, namun Orang Dalam Pemantauan ( ODP ) dan Pasien dalam Pengawasan ( PDP ) terus bertambah seiring banyaknya warga masyarakat yang baru tiba di kampung halamannya setelah baru tiba dari daerah yang termasuk zona merah.

Disampaikan Juru Bicara Informasi dan Kordinasi Covid-19 Ricky R Darajat, Jumlah kasus dugaan Covid-19 setiap harinya mengalami peningkatan, dimana sampai hari ini ditemukan sebanyak 332 kasus, terdiri dari 11 kasus PDP dan 321 ODP.

” Tadi pagi, di RSUD dr. Slamet Garut terdapat 2 kasus PDP meninggal yaitu  (Dewasa, Perempuan, 40 tahun) dan (Balita, Perempuan, 2,5 tahun). Dengan demikian, hari ini pasien PDP yang masih dirawat sebanyak 4 orang, dikarenakan 5 pasien sudah dinyatakan negatif Corona dan telah dipulangkan” terang Ricky.

Masih kata Ricky, 2 kasus PDP yang meninggal ini sudah dilakukan tatalaksana kasus sesuai prosedur sebagaimana mestinya, termasuk sudah dilakukan pengambilan spesimen untuk diperiksa di  laboratorium di Jakarta.

” Sehingga, belum dapat dipastikan apakah meninggalnya diakibatkan karena Covid-19
atau bukan, tinggal kita menunggu hasilnya untuk beberapa hari ke depan” tuturnya.

Ricky menerangkan, pada hari ini pula, penemuan kasus ODP yaitu sebanyak 83 kasus, atau secara komulatif sampai hari ini ditemukan sebanyak 321 kasus.

” Di mana 5 ODP sudah dinyatakan selesai masa pemantauannya, 52 ODP dalam proses perawatan di rumah sakit dan puskesmas, serta 263 ODP dalam pemantauan Dinas Kesehatan dan Puskesmas” terangnya.

Sementara itu sambung Ricky, untuk jumlah Alat Pelindung Diri (APD) yang tersedia di RSUD dr. Slamet saat ini ada 400 buah.

Ricky menghimbau, kepada masyarakat untuk mematuhi semua anjuran dari Pemerintah berkaitan dengan penanganan Covid 19 diantaranya Sosial Distancing atau pembatasan interaksi sosial untuk memutus rantai penyebaran  penyebaran Covid 19 ini.

” Berprilaku hidup bersih dan sehat, istirahat cukup dan menjaga jarak dalam berkomunikasi dapat meminimalisir dan memutuskan mata rantai penyebaran virus Corona” himbaunya.

Sumber : Informasi dan Kordinasi Covid-19