Bupati Pandeglang Panen Raya Padi, Ini yang Dikatakannya

7.314 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Bupati Pandeglang Irna Narulita melakukan panen raya padi jenis inbrida,  (Selasa 06/02/2018) yang berlokasi di desa Nanggala kecamatan Cikesik kabupaten Pandeglang, turut hadir kepala dinas pertanian provinsi Banten, Agus Tauhid, dandim 0601Pandeglang. Sekda Feri Hasanudin, beserta OPD terkait,  dalam acara panen raya tersebut di lanjutkan dialog dengan para kelompok tani yang berada di Kecamatan Cikesik.

Advertisement

Panen raya ini perdana ini untuk membuktikan bahwa kabupaten Pandeglang adalah lumbung pangan terbesar di provinsi Banten, dengan luasan area pesawahan yang paling luas, luas area yang di panen kurang lebih sekitar 100 jektar jenis padi pandan pangi inbrida.

” Wilayah kecamatan Cikesik ini lahan paling luas di kabupaten Pandeglang makanya kita tunjuk lokasinya di sini Cikesik,  dengan di laksanakannya panen raya ini agar bisa menurunkan harga beras yang sekarang ini sangat melambung,  tetapi tidak mengurangi nilai jual harga gabah dari petani, kita akan genjot pertanian di Pandeglang, kita akan terus kerjasama dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk bagaimana agar Pandeglang ini menjadi pemasok beras terbesar bagi pemrintah pusat, tutur bupati Pandeglang Irna Narulita, (06/02)
lanjut irna,  Pandeglang akan menolak beras impor, karena kita lagi bergembira denga panen yang cukup besar dan berhasil ini.

” Jangan sampai kegembiraan para petani di rusak oleh datangnya beras impor, karena Ibu, red, menyebut dirinya, yakin panen tahun ini akan berhasil sekarang aja kita liat begitu bagusnya tanaman padinya, bukan berarti kita melawan pemerintah pusat tetapi jangan kebijakan pemerintah juga merusak kebahagiaan dan kegembiraan petani kita khususnya petani Pandeglang,”.

” Tetapi jangan juga para petani kerjasama dengan tengkulak yang luar dari Pandeglang, kita akan cegah para tengkulak dari luar Pandeglang, untuk antisipasi tengkulak gabah dari luar kita akan kerjasama denga dandim dan polres, karena kita pemkab Pandeglang akan berusaha menentukan harga standar, kan di desa desa ada bumdes,  maka perdayakan dana bumdes untuk membeli gabah dari para petani, ” pungkasnya.

Camat kecamatan Cikesik Dani Ramdani, mengamini apa yang di katakan bupati, yang akan siap kerjasama dengan semua stockholder di Pandeglang untuk kemajuan petani kecamatan Cikesik.

” Saya selaku camat tentunya sangat bersukur dengan adanya kunjungan Ibu bupati yang sekaligus panen raya padi ini, karena memang area pesawahan di kecamatan Cikesik termasuk paling luas sekabupaten Pandeglang, semoga dengan panen raya ini petani juga bisa lebih semangat dalam bertani, mudahan mudahan bantuan buat petani di Cikesik juga lebih meningkat, setelah panen raya ini, ” paparnya.

Salah seorang anggota kelompok tani, Mukti Tani, H. Kanim, berharap setelah panen raya ini di laksanakan pemerintah Pandeglang bisa lebih banyak memperhatikan petani di kecamatan Cikesik.

” Saya sebagai petani mengharapkan setelah panen raya ini Ibu bupati dapat maksimal memberikan bantuan buat petani, mulai dari bantuan perlengkapan pertanian dan pupuk, dapat memaksimalkan standar harga jual gabah, agar kami petani tidak merugi, kalau pemerintah Pandeglang mengharapkan petani tidak menjual kepada tengkulak luar Pandeglang, maka segeralah membuat standar harga beli padi, jangan sampai harga padi anjlok di petani, kemudian kalau musim hujan petani susah untuk mengeringkan padi, maka kami minta di bikin sarana pengering padi buat para petani, ” harapnya.