Cegah Imunitas Turun lewat Intervensi Psikososial

2.023 dibaca

BUANA INDONESIA.CO.ID, BANDUNG –Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Jawa Barat, ITB dan LPPM ITB, Pusdi Infeksi FK UNPAD, Lundbeck, RS Melinda 2, dan Klinik Utama Surya Medika Jatayu 76 melakukan upaya Intervensi Psikososial pada pasien Covid-19 melalui 3 hal yakni pendampingan oleh relawan dengan Modul SeMeDi (Selalu Mendampingi Dirimu), layanan Art psychotherapy-ITB , dan Intervensi Psikososial melalui Aplikasi.

Kolaborasi di tengah Pandemi global ini guna memberikan solusi bagi warga yang mengalami kepanikan dan ketakutan luar biasa karena ketidaksiapan mengahadapi wabah. Upaya Intervensi Psikososial pada pasien Covid-19 ini dirilis sejak 1 April 2020.

Advertisement

Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Jawa Barat, Teddy Hidayat dr Sp KJ (K) mengatakan layanan ini dibuat untuk mencegah dampak Covid-19 terhadap psikososial.

“Karena hubungan antara kesehatan mental dengan Covid-19 sangat erat dan saling mempengaruhi. Contoh seseorang dengan gangguan cemas mepunyai risiko yang lebih tinggi untuk tertular karena lebih sering menyentuh benda atau bagian tubuh seperti mulut, hidung atau mata yaitu tempat terjadi penularan,” katanya, Rabu (8/4).

Psikosomatik semakin nyata ketika seseorang mendengar atau membaca tentang Covid-19, tiba-tiba tenggorokan gatal dan nyeri, muka-hidung-mulut kesemutan, dan merasa sedikit meriang meski jika diukur suhu tubuh normal. Hal ini penyebabnya bukan karena tertular tetapi kecemasan yang biasanya dipicu oleh berita-berita yang kita dengar atau baca.

Bahkan ketika krisis berlarut-larut dan isolasi tetap diberlakukan, banyak orang dihadapkan pada ketidakpastian, memicu kebosanan, kesepian, dan kemarahan. Semakin lama karantina, semakin buruk untuk kesehatan mental.

Memahami faktor – faktor yang mempengaruhi imunitas terhadap Covid -19 sama penting dengan memahami virus itu sendiri. Psiko-neuro-imunologi merupakan konsep terintegrasi mengenai fungsi regulasi-imun untuk mempertahankan homeostasis.

“Untuk mempertahankan homeostasis, sistem imun berintegrasi dengan proses psiko-fisiologik otak, dan karena itu mempengaruhi dan dipengaruhi otak. Aplikasi medis psikoneuroimunologi akan meningkatkan efektifitas terapi diantara penyakit,” jelas Teddy.

Stres, cemas, dan depresi akan menyebabkan imunitas tubuh rendah sehingga meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Salah satu cara mempertahankan imunitas tubuh dengan mengatasi stres dan kecemasan melalui intervesi psikososial.

“Semoga sumbangsih yang kami berikan menjadi sesuatu yang bermanfaat dalam
mengatasi bencana kemanusiaan yang tengah melanda masyarakat,” tutup Teddy.

Untuk melayani layanan pendampingan oleh relawan dan psikoterapi seni, dapat dengan mengirimkan pesan melalui Instagram @ketik.hasaka atau untuk mengetahui informasi lebih lanjut silahkan hubungi hotline 0818272255