Dana PKH Diduga ‘Disunat’, LIPP Akan Dampingi Korban Pemotongan Lapor ke Kejari

7.505 dibaca
LIPP siap lapor ke Kejora

BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Dana bantuan Program Keluarga Harapan (PHK) di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, diduga telah disunat oleh oknum pendamping sebesar Rp. 500.000 dari anggaran sebesar Rp. 1.800.000, soalnya para penerima manfaat tidak mendapatkan dana PKH itu secara utuh.

Salah seorang penerima manfaat dari warga Desa Teluk yang enggan disebutkan namanya mengaku, kalau dana PKH yang diterimanya itu tidak utuh. Karena ada pemotongan sebesar Rp. 500.000, dirinya juga mengaku pemotongan tersebut terlalu besar dan tidak jelas peruntukannya.

Advertisement

“Saya juga tidak tahu uang pemotongan itu untuk apa, tapi yang jelas potongan itu terlalu besar,” ungkapnya, Senin, 29 Januari 2018.

Ditemui terpisah, Kepala Desa Teluk, Endin Fahrudin, mengatakan pihaknya tidak mengetahui ada pencairan dana PKH kepada sejumlah warganya. Sebab kata dia, pihak pendamping tidak pernah berkoordinasi dengan program itu.

“Saya tidak tahu kalau ada pencairan dana PKH. Nanti saya akan cek dulu ke lapangan,” tutur dia.

Kades juga menyarankan, jika memang benar ada potongan dana bantuan itu, maka laporkan saja kepada pihak yang berwajib. Sebab bantuan itu adalah hak warga yang harus diterima secara utuh.

“Laporkan saja kalau dipotong, karena itu hak warga,” tambah Endin Fahrudin.

Menanggapi hal itu, aktivis Lembaga Independen Pemantau Pembangunan (LIPP) Banten, Herman Pratama mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan dengan adanya dugaan pemotongan pada PKH tersebut. Dirinya juga sudah menerima laporan dari warga soal kasus itu, bahkan ia siap mendampingi warga untuk melaporkan dugaan Pungli dana PKH kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang.

“Saya juga sudah dapat laporan, bahkan kami akan dampingi warga untuk laporan ke pihak Kejaksaan Pandeglang, agar Pemotongan PKH ini ditangani oleh pihak Kejaksaan. Kalau pemotongan dana tersebut dikisaran 150 sampai 200 ribu, itu dianggap wajar. Ini kan 500 ribu. Kalau rata-rata perorang dipotong 500 ribu, dikalikan sebanyak 35 orang, sudah berapa? Masa ongkos untuk ngambil uang segitu banyaknya! Inikan tidak wajar.” tutur Herman.

Editor: NA