Dinas Pertanian Kembangkan Pertanian Kemarau

4.522 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Untuk meningkatkan perekonomian di bidang pertanian, Dinas pertanian Kabupaten Pandeglang melakukan Inovasi Program percepatan penanaman padi dan pemanfaatan lahan dimusim kemarau, lahan yang dimanfaatkan untuk percontohan berlokasi diareal pesawahan blok Cidanghiang desa Munjul Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang Banten. Kamis 12 Desember 2019.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Budi S Januardi, Dinas pertanian kerjasama dengan BPTP Banten dan Kelompok Tani melakukan ujicoba program percepatan masa tanam Padi dan pemanfaatan lahan sawah dimusim kemarau, hal ini kita lakukan untuk meningkatkan perekonomian dibidang pertanian, dan sekarang kita lakukan panen ternyata hasilnya cukup bagus, ini akan menjadi contoh kepada parapetani, bahwa di wilayah hsusnya Pandeglang selatan tidak hanya Dua kali tanam padi dalam setahun, ternyata bisa tiga kali tanam dan panen dalam setahun.

” Kalau kita liat dari hasilnya sekarang ini cukup berhasil, dalam satu Hektar lahan sawah menghasilkan 9,5 Tons, ini sangat berhasil, dimasa tanam atau panen pertama aja paling hanya 6 sampai 6,5 Ton, nah sekarang tanam yang ketigakali dan dimusim kemarau bisa mengahasilkan 9,5 ton perhektar, mudah-mudahan petani hususnya wilayah Kecamatan Munjul dan Angsana bisa mengikuti jejak kelompok Tani yang sekarang melaksanakan program ini ” kata Budi.

Masih kata Budi, adapun padi yang mereka tanam jenisnya atau varietas padi ada 4 varietas, impari 42 Pandanwangi, sertani, ketan , impari 33,42 dan impari 43. Di Kabupaten Pandeglang sendiri rata-rata lahan pertaniannya adalah lahan tadah hujan, kalau dimusim kemarau tidak ada penanaman padi, tapi dengan adanya percobaan program tanam lebih awal dan pemanpaatan lahan swah dimusim kemarau ini, yang sangat berhasil,semoga untuk tahun-tahun yang akan datang bisa di ikuti oleh semua petani, minimal lahan pertanian yang dekat dengan sumber air atau sungai.

” saya harapkan kedepan program ini bisa diikuti oleh para petani lainnya, saya sangat mengapresiasi para petani yang di komandoi oleh Pak Deni ini, semoga ini bisa terus dikembangkan dan kedepan lebih luas lagi lahan yang digarap, terutama dapat diikuti oleh para kelompok tani lainnya, agar ekonomi dibidang pertanian terus meningkat ” pungkasnya.

Sementara itu,  Koordinator Petani sekaligus inisiator, Deni mengatakan, lahan yang mereka tanami ini kurang lebih 20 hektar.

” Dengan lahan yang kami sewa per hektar 1,5 Juta, kita kerjasama dengan para petani dan kelompok tani yang ada di Kecamatan Munjul, lahan ini adalah lahan tadah hujan, tapi kami memanfaatkan aliran sungai Ciliman yang tidak jauh dari lahan yang digarap, dengan menggunakan mesin pompa air, biaya yang dikeluarkan dalam satu hektar mengahabiskan 16 juta, dengan hasil satu hektar kalau diitung sekarang paling rendah persatu hektar 40 juta. Lqhan kita sewa dari yang punya lahan, kemudian kita modal sendiri, dibantu oleh dinas pertanian Kabupaten Pandeglang dan penyuluh, kita dibantu peminjaman pralataan pertaniannya, kemudian dari BPTP Provinsi Banten, alhamdulilah kalau dihitung dari hasil yang sudah kita panen sekarang ini kita dianggap berhasil, mudah-mudahan langkah kita diikuti oleh para petani lain kedepan nanti ” tandasnya.