DPS Kota Bogor 671.820 Orang, Menyusut 9.000 Orang

17.944 dibaca
Kantor KPU Kota Bogor Jalan Loader, Baranangsiang. KPU telah menyelesaikan DPS dan sedang memperbaikinya hingga satu bulan ke depan sampai ditetapkan menjadi DPT. (BUANA INDONESIA NETWORK/Acep Mulyana)

BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor terus berupaya menyempurnakan data pemilih untuk Pilkada Kota Bogor. Hasil rapat pleno rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakhiran tingkat Kota Bogor, Daftar Pemilih Sementara (DPS) Kota Bogor yang memiliki KTP elektronik berjumlah 671.820 orang. 

Advertisement

Dari sisi gender, pemilih laki-laki berjumlah 337.069 orang dan pemilih perempuan 334.751 orang.

Dari enam kecamatan se-Kota Bogor, kecamatan dengan jumlah pemilih terbanyak adalah Bogor Barat 153.198 orang, kedua Tanah Sareal 134.173 orang, Bogor Selatan 130.134 orang, Bogor Utara 115.946 orang, Bogor Tengah 71.730 orang, dan Bogor Timur 66.639 orang.

Sementara total DPS yang non KTP-el berjumlah 6.724 orang. Dari sisi gender, 3.615 pemilih laki-laki dan 3.109 pemilih perempuan. Kecamatan dengan jumlah pemilih terbanyak adalah Bogor Selatan 2.658 orang, Tanah Sareal 1.580 orang, Bogor Utara 965 orang, Bogor Timur 719 orang, Bogor Barat 344 orang dan Bogor Tengah 209 orang.

Jika dibandingkan dengan Data Pemilih Tetap (DPT) Pilpres periode lalu dengan DPS Pilkada saat ini, terjadi penyusutan yang mencapai 9.000 orang. DPS saat ini 671.820 orang sedangkan DPT Pilpres lalu mencapai 680 ribu orang.

Sedangkan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam Pilkada serentak 2018 di Kota Bogor ini berjumlah 1.785. Seluruh TPS tersebar di enam kecamatan atau 68 kelurahan Kota Bogor.

Komisioner Divisi Teknis KPU Kota Bogor, Samsudin, mengatakan, tahap selanjutnya membahas DPS Hasil Perbaikan (DPSHP) dengan memakan waktu selama kurang lebih satu bulan. Kemudian penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada April 2018 mendatang.

Samsudin menjelaskan, jumlah DPS kemungkinan masih bisa berubah sebelum menjadi DPT. Bagi warga yang belum masuk DPS juga masih memiliki kesempatan untuk menggunakan hak pilihnya.

“Bagi yang sudah punya KTP elektronik atau surat keterangan bisa langsung datang ke PPS di kelurahan atau ke KPU. Sementara warga yang belum punya KTP-elekteonik atau belum perekaman bisa datang ke Disdukcapil dulu untuk perekaman, baru ke PPS atau ke KPU,” paparnya.

Terpisah, Ketua KPU Kota Bogor, Undang Suryatna menjelaskan, data dalam DPS didapat saat pihaknya bersama personel di kecamatan dan kelurahan melakukan pemutakhiran data di lapangan.

“Petugas mendatangi rumah warga satu per satu sampai adanya rekapitulasi data yang akan mencoblos di Pilkada serentak. Penelusuran data juga dilakukan oleh petugas saat mendatangi warga dengan melihat fakta dan kondisi warga,” ujarnya.

Terkait masih adanya 6000-an warga yang belum atau tidak terekam dalam KTP-el, kata Undang, saat petugas mendatangi rumah warga banyak yang tidak memegang dokumen administrasi kependudukan itu.

Untuk itu, saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Disdukcapil Kota Bogor agar segera menyelesaikan perekaman atau pembagian surat keterangan.