BUANAINDONESIA.CO.ID, SUKABUMI – Puluhan Warga Kecamatan Tegalbuled Kabupaten Sukabumi, yang tergabung dalam forum Gerakan Bersama penyelamat aset pesisir (GEBER PASIR) datangi Pendopo Sukabumi. Selasa, 29 Agustus 2017.
Dari pantauan Buanaindonesia.co.id , sekitar lima puluh orang, masing- masing dari perwakilan warga Desa Sumber Jaya , Cibitung, Cibodas, Cidahu, dan Buni Asih Kecamatan Tegal Buled, bersama beberapa LSM diterima langsung Pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi untuk melakukan audiensi.
Menurut salah satu peserta aksi H. Yanto (50) warga Kampung Cibeurem RT 13 RW 04 desa Buni Asih mengungkapkan pihaknya ingin pemerintan mendengar keluhan masyarakat terkait ekaploitasi pasir besi.
” Kami bersama tokoh – tokoh perwakilan desa yang ada di kecamatan Tegal Buled berangkat menjelang shalat shubuh, mendatangi Pemda Kabupaten Sukabumi, dengan harapan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi mendengar suara rakyat miskin.Kamk warga meminta ekploitasi pasir besi di Tegal Beleud, yang sedang beroprasi itu, segera ditutup total, karena dianggap merugikan warga sekitarnya.”ungkapnya.
Lebih lanjut, Yanto menjelaskan, sepanjang pinggir pantai sudah mengalami abrasi, petani gagal panen, debu pasir sudah mencemarkan lingkungan warga dan kebisingan yang diakibatkan penambangan.
” Eksploitasi ini , mengakibatkan rusaknya habitat flora dan fauna hutan lindung yang terganggu, rusaknya terumbu karang, bahkan warga nelayan sepanjang muara Tegal Buled Cikaso mengakui sudah tidak bisa mendapatkan ikan lagi.” jelasnya.
Ia menambahkan efek domino lain yang terjadi, dengan bersandarnya perahu tongkang diteluk Ciwaru pantai palapa, bisa menjadikan rawannya imigran gelap yang masuk maupun keluar dari dermaga ini, Penyelundupan narkotika maupun traficking bisa saja terjadi,” katanya










