BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Warga masyarakat desa Jatisari kecamatan Cisompet memang sangat bergembira dengan realisasinya pembangunan jalan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Garut sepanjang 550 Meter yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan oleh pihak ketiga CV. Panji Perkasa Karya, demikian pula harapan yang disampaikan Bupati Garut H Rudy Gunawan dihadapan warga masyarakat Jatisari, bahwa dengan adanya pembangunan jalan yang berkualitas ini diharapkan bisa membantu masyarakat dalam mempercepat perekonomian masyarakat, sehingga visi Pemkab Garut menuju Sejahtera dapat terwujud.
Namun tidak halnya dengan kondisi di lapangan, saat melakukan monitoring Pembangunan, siaga kekeringan dan ketahanan pangan di Garut Selatan, kekecewaan nampak terlihat tatkala Bupati Garut melihat langsung pengerjaan proyek betonisasi yang dilaksanakan di desa Jatisari. Bupati Garut sempat berang dan meminta proyek dihentikan untuk dievaluasi kembali, pasalnya proyek pekerjaaan yang dilaksanakan jauh dari Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) yang telah disahkan.
” Ini tidak benar kalau pengerjaan seperti ini, mana bisa ada kekuatan dengan kualitas pengerjaan yang buruk seperti ini”, cetus Bupati Garut kepada kepala pekerja yang ada di sana, Rabu 24 Juli 2019.
Sambung Bupati Rudy, dirinya merasa kecewa dengan apa yang dilaksanakan Pemborong dalam pengerjaan betonisasi jalan Cisompet – Cisangiri.
” Coba lihat, komposisi bahan material yang digunakan pemborong sangat jauh dari RAB yang sudah ditentukan, kita minta pengerjaan proyek dihentikan sebelum ada hasil evaluasi dari bidang yang menangani, atau saya lapor APH” ancam Bupati Rudy Gunawan.

Masih kata Bupati, untuk lebih lanjut pengerjaan jalan Cisompet – Cisangiri diminta dihentikan sementara sambil menunggu hasil cek lapangan dari Dinas PUPR selaku pengguna anggaran.
” Saya minta dihentikan dulu yah pengerjaan ini, saya akan miminta Dinas PUPR untuk mengevaluasi pekerjaan yang dilaksanakan di sini” kata Bupati.










