Ini Bukti XTC Berubah

25.735 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Baru pertama kalinya Exalt To Creativity (XTC) bermusyawarah secara resmi. ini merupakan momen baru sedikit formal.

” yang sangat berarti dimana kami bisa bersama anggota menggali gagasan program untuk memberikan andil atau kontribusi kepada masyarakat yang sebelumnya “dipandang sebelah mata”, demikian dikatakan Aggi Singgit ketua terpilih XTC Garut, minggu 28/7 pada acara MUSDA bertempat di Gedung KNPI jalan A.Yani Garut.

Advertisement

” Kedepan dalam program kami akan berusaha untuk bisa berada ditengah masyarakat bisa ikut andil serta memberikan kontribusi kepada masyarakat, termasuk kegiatan sosial sunatan masal, Donor darah dan Tabligh akbar yang kami rencanakan dalam waktu dekat ini”, ujarnya.

Aggi menambahkan kegiatan musda ini sekaligus memperingati lahirnya XTC tangggal 16 Juli 1993 dihadiri 200 orang anggota dari beberapa kecamatan dengan tujuan utama memberikan arahan serta pemahaman kepada anggota.

“Dalam kegiatan MUSDA ini selain ajang silaturahmi serta pengukuhan pengurus baru, kita tekankan kepada anggota untuk tidak melakukan kegiatan yang melanggar hukum karena kami tidak akan membela anggota yang melanggar hukum, artinya kalau ada anggota kami yang melanggar hukum kami serahkan prosesnya sesuai hukum yang berlaku” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan salah seorang pendiri XTC di Kabupaten Garut, Asep Hendra Bakti. Kata Asep keberadaan XTC ini sebagai organisasi yang terdiri dari komunitas remaja yang sedang mencari jati diri, ini bisa dikelola secara modern, legaliter, serta perlu adanya perhatian serta pembinaan dari pemerintah.

” Dulu kami XTC melaksanakan musyawarah dijalanan, tapi dengan dimulainya Musda secara formal seperti ini, merupakan langkah baik apalagi diisi dengan arahan serta pembinaan para anggota untuk menjadikan perkumpulan yang bisa diterima serta bisa menghilangkan paradigma jelek bahwa XTC sebagai biang kericuhan” ujarnya.

Ditambahkan Asep bagi anggota di XTC ini merupakan proses pembelajaran awal para pemuda dan remaja dalam hak mereka untuk berkumpul dan berorganisasi karena prinsipnya hak ini melekat pada diri anggota sebagai hak azasi mereka,

” Jadi harapan kami kedepan bukan mengkebiri atau membubarkan karena sering adanya keributan, tapi lebih kepada adanya perhatian serta pembinaan dari pemerintah, ” harapnya.