Ini Kata Syaikhu Di Binong Jati

16.991 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG- Pada masa kampanye hari ke empat, Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Ahmad Syaikhu, mengunjungi pusat kerajinan rajut Binong Jati di Kota Bandung, Selasa, 20 Februari 2018. Kunjungan ini bertujuan melihat secara langsung proses kerajinan yang sudah berlangsung turun temurun.

Advertisement

Dalam kunjungan tersebut, sejumlah pengrajin dapat inspirasi dari Cawagub nomor urut 3 itu. Ada beberapa aspirasi yang muncul, seperti permasalahan ketersediaan barang baku, pemasaran, dan permodalan.

Syaikhu mengatakan, para pengrajin di Binong mengaku pemerintah saat ini sudah membantu mereka. Namun peran pemerintah perlu ditingkatkan lagi, sebab rata-rata yang mencari nafkah di sana merupakan tulang punggung perekonomian keluarga.

“Pengembangan UMKM industri rajut perlu kita majukan sebagai sebuah andalan kerajinan Kota Bandung sebagai destinasi wisata, sehingga pemberdayaan ekonomi masyarakat bisa meningkat,” kata pasangan yang disapa Asyik itu.

Lebih lanjut Syaiku menyatakan, untuk kedala bahan baku ke depan bisa diatasi dengan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). BUMD ini lantas diarahkan untuk fokus menangani bisnis ini sehingga stok bahan baku terjamin dan pengrajin mudah mendapatkannya.

Selain itu pemerintah juga harus turut aktif mengawasi tata niaga stok bahan baku. Dengan begitu, ketersediaan barang bisa terkendali sehingga harganya terjangkau, dan kalau memang perlu, disubsidi. Selain itu, alat mesin yang canggih dan ketrampilan tangan juga perlu ditingkatkan.

“Sedangkan pada aspek permodalan hendaknya tersedia fasilitas kredit modal bagi pengrajin yang mudah dan ringan,” tambah dia.

Yang tak kalah penting, Syaikhu mengatakan, ialah peran koperasi pengrajin. Koperasi perlu dioptimalkan sehingga dengan prinsip gotong royong permasalahan bisa teratasi.

Selain itu dari aspek pemasaran, menurut pria yang sebelumnya mengemban jabatan Wakil Wali Kota Bekasi itu menuturkan, lokasi sentra indutri rajut hendaknya dekat dengan kawasan wisata belanja. Dengan begitu, bisa membantu agar sentra rajut ini juga mudah dikunjungi para wisatawan untuk berbelanja rajut Binong.

Editor: NA