Ini Kekesalan Bupati Garut Kepada Dinas Kesehatan

15.283 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Dalam sambutan apel gabungan di lapangan Setda Kabupaten Garut, Senin 19 Oktober 2020, kekesalan Bupati Garut H Rudy Gunawan memuncak, karena dimasa out break, jumlah pasien positif Covid-19 makin membludak, dalam satu hari mencapai 63 orang yang dinyatakan positif.

” Kita out break tiba-tiba 63 orang positif. Saya katakan tadi di Bianglala, tidak ada rumah sakit swasta di Garut yang memegang komitmen kemanusiaan. Kita siapkan 200 bad, tanpa ada anggaran untuk makannya dari mana. Ini dinas kesehatan, sekarang ada 75 orang di tempat rumah sakit darurat, untuk kasih makan saja tidak ada anggaran seperak pun, dimana otaknya,” ucap Rudy.

Advertisement

Corona ini, lanjut Rudy, merupakan urusan pandemi internasional. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Munardo, mengingatkan bupati, agar mengerahkan segala kemampuan keuangan dan sumber daya untuk menyelesaikam pandemi Covid-19, karena kalau pandemi sampai satu tahun, negara tidak akan mendapatkan pemasukan yang maksimal.

“Saya kemarin cek ke Cilawu, itu P2 jangan mengatakan yang positif itu rahasia, bukan rahasia, orangnya kan dijemput tahu satu kampung. Ini kabag hukum dan Asda  saya sudah disposisi, segera buatkan draf untuk membuat gugus tugas sampai tingkat Desa, RW sampai RT ,” tandasnya.

Rudy juga mengintruksikan, kalau ada hasil positif dari rumah sakit, Camat agar segera lakukan konsolidasi, surat pemberitahuan mengenai pasien positif disampaikan kepada gugus tugas di tingkat RW dan RT, lakukan segera evakusi terhadap yang bersangkutan.

” Sekarang ini yang terjadi, RT dan RW tidak tahu bahkan ada babinsa yang ngomong sama saya, Puskesmas susah memberitahukan data yang positif dengan alasan rahasia. Ini tidak rahasia, sampaikan kepada yang bersangkutan yang positif termasuk data yang negatif sampaikan juga. Kita punya duit untuk print, kalau perlu dari dinas lain yang nganggur, perbantukan ke rumah sakit untuk print,” pungkasnya.