Ini Yang Disampaikan Kadisdik Garut Dihadapan Bupati Garut Dalam Kegiatan MPLS Secara Webinar

1.649 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Garut Totong menyampaikan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS ) yang akan dilaksanakan selama 5 hari dimulai tanggal 13 sampai 17 Juli 2020. Hal ini disampaikan Kadisdik dihadapan Bupati Garut H Rudy Gunawan dan Wakil Bupati H Helmi Budiman serta tamu undangan dalam acara pembukaan MPLS secara Webinar di Aula Dinas Pendidikan Garut, Senin 13 Juli 2020.

Totong, menerangkan, MPLS yang diselenggarakan 5 hari (13-17 Juli) ini bertujuan mengenalkan lingkungan, nilai, dan karakter kepada para peserta didik baru, agar selama proses pembelajaran dapat tercipta lingkungan yang aman dan nyaman.

Advertisement

” Di samping itu MPLS bertujuan untuk mengembangkan potensi diri dan kemampuan siswa didik serta menumbuhkan kultur jiwa bangga kepada peserta didik baru untuk belajar, mencintai, dan menjaga nama baik almamaternya, juga menanamkan dan memperkuat nilai-nilai moderasi beragama dan karakter Indonesia kepada peserta didik” ujarnya dikutip dari Kandaga.id

Masih kata Totong, dasar pelaksanaan MPLS mengacu kepada Permendikbud No 18 tahun 2016 yakni peran sekolah adalah kegiatan pertama masuk sekolah bagi siswa baru.

” Dalam upaya memberikan motivasi dan semangat belajar bagi siswa baru, serta memperkenalkan lingkungan sekolah maka diperlukan adanya kegiatan MPLS ini, serta menumbuhkan sikap kejujuran, saling menghargai, kedisiplinan siswa disekolah” kata Totong.

Sambung Totong, MPLS diikuti 175.766 siswa baru, tersebar di 42 kecamatan/ korwil Dinas Pendidikan, terdiri siswa SD 44 ribu, SMP 35.617, dan warga belajar PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) sebanyak 20.149 Siswa.

Sementara itu Bupati Garut H Rudy Gunawan meminta kepada para kepala sekolah untuk membuat inovasi – inovasi terkait pembelajaran ditengah wabah Covid 19.

” Sebelum adanya sekolah melalui tatap muka, cara pembelajaran Darling maupun Door to Door bisa dilaksanakan, atau silahkan kepala sekolah membuat inovasi – inovasi bagaimana cara pembelajaran yang efektif di masa pendemi Covid 19 ini” tutur Rudy Gunawan.