Inilah Bentuk Protes Simpatisan Dedi Mulyadi Di Car Free Day

10.104 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Sejumlah orang melakukan aksi di kawasan Car Free Day, Dago, Kota Bandung, minggu,  5 November 2017.  Mereka yang melakukan aksi ini menyebut ini sebagai bentuk protes dan simbol perlawanan terhadap sikap partai Golkar yang dianggap menginjak – injak demokrasi. Aksi pagi tadi juga mereka sebut sebagai kelanjutan dari aksi masif mereka melalui dunia maya, petisi online.

Salah satu peserta aksi, Andi Sangkarya mengatakan, sudah saatnya semua partai sadar, bahwa kekuatan mereka yang sebenarnya adalah kepercayaan dari rakyat atau pemilih.

Advertisement

“‘Partai tidak akan memiliki kekuasaan jika tidak mendapat kepercayaan. Jangan sampai partai keliru memahami peran mereka dan seenaknya bertindak mempermainkan kepercayaan yang kita titipkan, ” tegas Andi

Masih kata dia, aksi ini sebagai bentuk peringatan bagi partai – partai lain yang akan meniru langkah Golkar yang dianggap punya agenda terselubung.

” Hari ini mungkin kasus seperti ini terjadi di Partai Golkar, tetapi bukan tidak mungkin besok lusa juga terjadi di partai yang lain. Mempermainkan mandat dan kepercayaan rakyat, untuk agenda kepentingan yang tidak kita ketahui, ” ucapnya.

Aksi ini merupakan bagian dari aksi protes sejumlah warga Jawa Barat yang menandatangani petisi online melalui situs Change.org. Dalam petisi itu mereka menyebut sikap elit Golkar yang dianggap tidak etis setelah  hasil Musyawarah Daerah yang memandatkan Dedi Mulyadi sebagai Bakal Calon Gubernur Jabar, dipatahkan oleh sejumlah elitnya di Jakarta dan menunjuk Ridwan Kamil menggantikan posisi Dedi sebagai Cagub Jabar usungan Golkar.

Selain ini, sejumlah pengamat politik merilis bahwa langkah Golkar ini justru menurunkan tren keterpilhan Golkar di mata masyarakat. Langkah ini juga dinilai akan menaikkan tren Dedi Mulyadi.

” Ini langkah berbahaya yang diambil elit Golkar. Saya pastikan, Golkar akan kehilangan kepercayaan dari simpatisan dan kadernya. Manuver elitnya, akan menaikkan tren Dedi Mulyadi dan akan membawa Golkar dalam keterpurukan dimata kadernya sendiri, ” kata

Cepi Alhumaedi, pengamat dari Aliansi Masyarakat Untuk HAM, Demokrasi dan Keadilan Hukum, Cepi Alhumaedi.

Apa yang dikatakan Cepi tak berbeda dengan pernyataan Muradi, pengamat politik dari Universitas Padjajaran Bandung

” Terdapat dua dampak besar yang bakal dihadapi Golkar jika urung mengusung Dedi Mulyadi. Pertama, konsolidasi di level bawah tidak akan berjalan efektif. Dampak berikutnya yang lebih besar, keputusan ini akan berdampak pada hilangnya kepercayaan pengurus, kader, dan pendukung Golkar di Jawa Barat terhadap elite politik pusat. Ini yang berdampak pada Pemilu 2019. Golkar sekarang nomor dua (di Jawa Barat), tetapi karena demoralisasi akhirnya tidak memilih Golkar lagi. Ini akan menjadi kerugian besar,” ujar Muradi.