Jalan Cimanying Seperti Kubangan Kerbau, Pemkab Pandeglang Tutup Mata

21.606 dibaca

PANDEGLANG, BuanaJabar.com –  Jalan Raya antara Cimanying dan Cigondang, tepatnya di jalur Kampung Benteng, Desa Alaswangi, Kecamatan Menes, rupanya luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten Pandeglang, sehingga akses transportasi masyarakat ini mirip kubangan Kerbau.

Bahkan di depan Kampus Sekolah tinggi Agama Islam Banunnazah, terdapat kubangan besar dipenuhi air hujan, yang bila dilewati malam hari, akan sangat membahayakan pengguna jalan, terlebih bagi mereka yang tak kenal medan jalan didaerah tersebut.

Advertisement

Melihat kondisi tersebut Jojon Sulaeman, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAI Babunnazah angkat bicara, menurutnya jalan tersebut dari zaman Bupati yang dulu sampai sekarang sudah ganti Bupati lagi jalan ini tetap seperti itu kondisinya. Jojon mengatakan, jalan ini termasuk jalan kabupaten yang merupakan milik Pemerintah Daerah Pandeglang bukan milik Desa. Sehingga menurutnya pembangunan jalan tersebut harus dlikakukan oleh Pemda setempat.

“Karena jalan ini milik Pemerintah Daerah, maka Pemda harus bertanggung jawab. Apalagi jalan ini satu-satunya jalur yang penghubung antara Desa yang berada di Kecamatan Menes ini. Kami sebagai mahasiswa sangat malu, karena jalan yang mirip kubangan kerbau persis berada di depan Kampus kami,” ungkapnya.

Lebih lanjut Jojon mengatakan, persoalan infrastuktur di Kabupaten Pandeglang sangat ini sangat butuh perhatian pemerintah, menurut Jojon ketika jalan atau sarana tranportasi masyarakat ini baik, maka laju perekonomian masyarakat pun akan cepat berkembang.

“Kalau terus dibiarkan seperti ini, saya selaku ketua BEM STAI Babunnazah, akan menggiring semua mahasiswa dan masyarakat untuk mengih janji Bupati, janjinya akan mensejahterakan masyarakat, bagaimana mau mensejahterakan masyarakat kalau infrastrukturnya saja amburadul,” kata Jojon.

Hal yang senada diungkapkan oleh seorang masyarakat Kampung Benteng, Kipli Suharta, merurut Kipli jalan ini sudah hampir 4 tahun belum pernah ada perbaikan, padahal pihak pemerintah desa sudah sering melakukan usulan, bahkan ketika ada kunjungan pejabat Pemerintah Pandeglang, namun sampai saat ini belum pernah ada realisasi dari usulan masyarakat tersebut.