Kapolsek Bojongloa Kidul Sambangi Bocah Pengidap Thalasemia

35.253 dibaca
Kompol Dewi saat mencoba bersenda gurau dengan bocah wanita penderita thalasemia/ Kelainan sel darah merah, warga Gg. Kebon Kelapa-Kota Bandung, Sabtu 14 April 2018. (BUANA INDONESIA NETWORK/Abby Aditya).


BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG,- Kepolisian Sektor Bojongloa Kidul sambangi bocah penderita penyakit kelainan Sel Darah Merah yang dapat mematikan di Gg Kebon Kelapa, Leuwi Panjang, Kota Bandung, Sabtu 14 April 2018.

Rani Agustin (9 thn) seorang bocah wanita yang memiliki penyakit kelainan Sel Darah Merah atau Thalasemia. Penyakit langka yang dideritanya sejak berumur tujuh belas bulan, anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan suami istri Dede dan Tini Rosmiaty ini bergantung hidup dengan cuci darah seminggu dua kali, perut semakin membengkak akibat pembekakan pada Limfa.

Advertisement

Kepala Kepolisian sektor Bojongloa Kidul, Kompol Dewi menyambangi anak penderita kelainan Sel Darah Merah tersebut memberikan semangat agar Rani dapat sembuh dan beraktifitas seperti bocah pada umumnya.

“Kita melihat ada salah satu anak kita yang kekurangan dengan penyakit thalasemia, ini wujud dari sosial kami bahwasanya polsek bojongloa kidul ada untuk warga,” kata Kompol Dewi, Kapolsek bojongloa kidul.

Dewi berharap dari kegiatan sosial ini agar merubah persepektif warga tidak takut kepada Polisi, namun tidaklah mudah adanya kerja keras dengan mendatangi rumah warga memberikan rasa nyaman dan aman.

“Kami datang kepada warga ingin juga merubah mindset seperti itu, door to door ini adalah salah satu cara kami untuk memberikan kasih sayang dan kepedulian,” tutup kompol dewi.

“Rani ini mau dioperasi hanya saya gak mau, takutnya kenapa-kenapa, temennya saja yang sama kayak Rani udah banyak yang meninggal,” kata Tini, ibu bocah penderita thalasemia.

Tuntutan ekonomi yang mengganjal membuat Rani dan keluarga hanya tinggal di rumah petak empat kali dua meter persegi,Seorang Ayah yang bekerja serabutan menjadi buruh di luar Kota dan sang Ibu bekerja sebagai tukang cuci baju keliling.

“Jadi sampai sekarang di transfusi sebanyak dua kali seminggu, untungnya ada BPJS jadi aja gratis, da ibu mah kerjanya cuma tukang cuci baju keliling, ayahnya Rani kerjanya serabutan di luar kota,” sambungnya.

Sambil meneteskan air mata sang Ibu Tini Rosmiati merasa tidak percaya dengan kedatangan Polsek Bojongloa Kidul untuk memberikan semangat kepada Rani sedangkan pihak lain tak perduli dengan kondisi Rani walau mereka mengetahui.

“Ya kaget aja liat ibu kapolsek datang kesini, liat kondisi Rani dan memberi semangat agar bisa sembuh kembali kayak anak-anak yang lainnya, saya sangat terharu,” tutup Tini.