Ke Pandeglang ? Jangan Lupa Saksikan Tradisi Musiman Unik Ini

36.686 dibaca

PANDEGLANG, Buanajabar.com- Sudah Tradisi pergantian musim angin barat ke angin selatan seperti sekarang menambah sumber rezeki bagi masyarakat pesisir pantai di selatan Banten.

Tradisi tersebut berawal dari seringnya dilakukan para istri-istri  nelayan dalam mengais rezeki untuk membantu si suami (nelayan) yang tengah berlayar mencari ikan di lautan lepas. Cukup dibanggakan memang, para istri nelayan itu selama ditinggal oleh suaminya mereka dapat memperoleh hasil sendiri dan hasilnya pun cukup lumayan. Tidak dipungkiri kegiatan mereka ini dapat menarik  perhatian wisatawan yang melintas dikawasan tersebut.  Sepanjang pesisir pantai Ciheuru kini dipadati masyarakat nelayan. Hasil yang mereka peroleh hingga mencapai 10 liter hingga 50 liter kerang laut, sementara per liter mereka bisa menjual dengan seharga Rp 2000 hingga Rp 5000 Per liter. 

Advertisement

Sejalan waktu tradisi mencari kerang laut disepanjang pesisir pantai ini, kini telah menyebar kebeberapa daerah lain  diselatan banten. 

Dan akhirnya kini banyak diminati oleh masyarakat lokal maupun pelancong.

Yati  Badriah pelancong asal Serang kepada buanajabar.com mengataakan ini merupan salah satu objek wisata yang pertama kali dikunjungi. 

” Awalnya kamipun terkejut melihat ratusan masyarakat berada dilaut.  setelah mendengar dari pengunjung lainnya,  ternyata masyarakat tersebut yang sedang mencari kerang.  Disamping tertarik dan kagum, kami pun sengaja membeli kerang laut dari para ibu-ibu nelayan itu. Masih segar-seger, lumayan untuk oleh-oleh untuk dibawa ke rumah” kata Yati.

Sementara itu Sukarna Jaya kepala desa Mekarsari menjelaskan hal ini memang secara tidak langsung  merupakan salah satu tradisi masyarakat disini. Mungkin menarik bagi yang baru melihat tradisi ini.

” Cukup beralasan jika menjadi pusat perhatian bagi yang melintas dikawasan tersebut.Disetiap musim tiba tradisi ini terus berkelanjut, atau tepatnya diakhir musim angin barat pindah ke awal musim angin selatan. Bisa dibayangkan tidak sedikit masyarakat yang  berbondong-bondong memadati tempat tersebut. Mereka datang dari berbagai desa. Mudah-mudahan dengan tradisi ini menjadi perhatian menarik bagi wisata dan kita semua, ” Kata Kades Itu