Kemarin #BandungIntoleran Jadi Viral. Tak Mau Kalah, Netizen membalas dengan #BandungToleran

17.375 dibaca

picsart_12-06-10-24-36

BUANAJABAR.COM, BANDUNG – Sesaat setelah pembubaran KKR Natal di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung Selasa, 6 Desember 2016 kemarin, netizen meramaikan komentarnya dengan tagar (Hashtag) #BandungIntoleran. Namun berbeda dengan hari kemarin, seolah tak mau disebut kotanya Intoleran, Netizen hari ini meramaikan berbagai komentarnya dengan tagar #BandungToleran. Netizen yang menggunakan tagar ini mencapai 1100an netizen.

Advertisement

Akun @rachmanfarah  misalnya. Di twitnya menyebut bukan karena ada pembubaran KKR, Bandung Intoleran.

“ karena ada insiden kecil tentang KKR, Bukan berarti Bandung Intoleran “, kata dia.

Akun Rachel Maryam dengan akunnya @cumarachel pun ikut mencuit. Kata dia Islam agama Toleran, begitu juga dengan Bandung.

“ Islam agama yang toleran, begitu pula kota Bandung adalah kota yang toleran. Jangan ulah segelintir dijadikan acuan secara universal, “ Cuit Rachel.

Banyak pula dari para netizen yang meminta akun milik ridwan kamil, sang walikota Bandung untuk membuktikan bahwa Bandung kota Toleran. Seperti cuit akun @asalmikir65.

“ayo @ridwankamil kita kembalikan lagi bandung tercintah sbg kota, “ kata akun ini.

Pesinetron Eddy Brokoli juga mencuit bahwa bangsa ini memang berbeda. Tidak perlu lagi diperdebatkan

“ Kala terus-terusan riweuh sama perbedaan, kapan mau maju bangsa ini ?. udah atuh biarin aja, emang kita beda kok. Gak asik tau kalau harus seragam, “ kata eddy melalui akun @eddibrokoli.

Sejumlah massa berunjukrasa  menolak digelarnya kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal 2016 yang dilaksanakan di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Jalan Tamansari, Bandung.  Mereka meminta kegiatan keagamaan harusnya digelar di gereja dan bukan di gedung atau fasilitas umum.

(Editor: Ekky El Hakim)

commercial-premium-end-251216