Kembangkan Listrik Mandiri, Desa Ini Jadi Pusat Perhatian

21.415 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, SUKABUMI -Rencana swasembada listrik Desa Tenjolaya dalam waktu dekat bakal menjadi kenyataan.Iwan Setia­wan, putra asli desa ini, berhasil menemukan listrik menggunakan barang bekas.

Ditemui di ruang kerjanya, Kepala Desa (Kades) Tenjolaya, Kecama­tan Cicurug, Kabupaten Suka­bumi, Aryo Bangun Adinoto, membenarkan warganya ber­hasil membuat listrik meng­gunakan barang bekas dan dari berbagai elektronik yang tidak terpakai, Iwan mampu mem­buat sumber listrik berkapa­sitas tinggi. Bahkan, listrik yang dihasilkan mencapai 220 volt AC secara konstan.

Advertisement

Menurut Aryo, penemuan listrik oleh war­ganya telah melalui berbagai uji coba. Se­hingga, sekarang ini karyanya sedang dibu­atkan hak paten. Teknologi Tepat Guna (TTG) karya Iwan telah diminta mewakili Pemerin­tah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi dalam lomba TTG di Jawa Barat. Aryo menambah­kan, setelah desa ini terang benderang oleh listrik hasil karya Iwan, pihaknya berencana akan mengembangkan untuk diwilayah lain. Masih kata Aryo, terlebih sekarang ini TDL ( Tarif Dasar Listrik ) mengalami kenaikan dan dinilai memberatkan warga.

” Dengan listrik tersebut, warga tidak perlu membayar listrik dan baterai yang di­gunakan tidak perlu diisi ulang. Dengan listrik hasil karya Iwan, Desa Tenjolaya swa­sembada listrik akan terwujud,” kata Aryo.

Dari informasi yang didapat, buah karya Iwan telah menyedot perhatian Pemkab Sukabumi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan perusahaan sekitar. Pasalnya, teknologi menggunakan limbah elektronik yang dite­mukan Iwan bakal mampu menggantikan listrik negara yang harganya terus meroket. Selain itu juga listrik yang dihasilkan bukan DC tetapi AC. Tentu tanpa spaning atau turun naik daya listrik dan tanpa isi ulang baterai.

Sementara itu, ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat menanggapi positif temuan ini. Kata dia, temuan ini juga bisa turut menjadi bagian dalam pengembangan ekonomi setempat. Pihaknya siap membantu jika temuan ini akan dikembangkan didaerah lain

” Kenapa tidak kita mendorong ini ke wilayah – wilayah lain. Ini positif, terlebih ini dikembangkan masyarakat setempat. Masalah Listrik tak bisa dilepaskan dari masalah perekonomian. Kita siap mendukung mengembangkan program ini ke daerah-daerah lain, ” kata Agung.

Terkait permasalahan listrik Jawa Barat, beberapa waktu lalu, media massa mengulas pernyataan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mengklaim elektrifitas Jawa Barat nyaris menembus 98 % . Itu artinya hanya 2 % saja wilayah Jawa Barat yang belum teraliri listrik.

Kata Direktur Regional Jawa Bagian Barat, Nasri Sabayang, PLN juga mencatat dari total seluruh desa di Jawa Barat telah ada sekitar 5.900 desa lebih yang teraliri listrik. Dari seluruh desa yang ada, hanya sekitar 1.300 an dusun lagi yang belum teraliri listrik.

“Itu desa sudah terlistriki semua, tinggal di desa itu ada kampung-kampung. Jadi di data kami ada 1.300 dusun yang belum dapat listrik. Itu yang kita bangun tahun ini sekira 750 dusun, itu di bawah desa,” jelasnya.

Total anggaran program listrik pedesaan di 2017 sendiri meningkat menjadi sebesar Rp 196,1 miliar. Adapun kendala lainnya dalam pengaliran listrik adalah akses lokasi yang sulit dijangkau.