
BANDUNG – Kepala Balai Pengelolaan Tahura Ir. Djuanda Bandung, Lianda Lubis dianiaya pengemudi ojek yang beroperasi di kawasan Tahura ( Taman Hutan Raya ) Ir H Djuanda. Akibat pemukulan tersebut, ia menderita luka-luka di kepala.
Lianda menjelaskan kejadian berawal saat ia menghadiri rapat sosialisasi lima kafe yang beroperasi di Tahura Djuanda, Rabu ( 01/06) kemarin. Kala itu dirinya datang sebagai undangan dalam acara yang digelar Satuan polisi Pamong Praja ( Satpol PP ).
“Sosialisasi tersebut tentang rencana pembongkaran kafe di Tahura,” Kata Lianda
Masih kata Lianda, rapat itu digelar di dalam ruang audiovisual kantor Balai Tahura. Ia sebetulnya berencana tak hadir.
“Tapi rapat tak jadi digelar kalau saya tak datang, jadi saya terpaksa datang,” katanya.
Ia terkejut karena massa yang datang kebanyakan adalah pengemudi ojek yang beroperasi di kawasan Tahura. Sedangkan dari pihak kafe hanya dihadiri puluhan orang karyawan saja. Saat itu, para pengemudi ojek justru mengintimidasi dirinya. Lanjut Lianda mereka ( pengemudi ojek ) protes rencana pelarangan ojek di Tahura.
“Mereka tak terima ojek dilarang, padahal saat itu tak ada pembahasan soal ojek, Saya langsung dipukuli oleh mereka hingga muka saya berdarah” katanya.
Setelah peristiwa ini, supir ojek menghilang dari kawasan Tahura. Menurut Lianda, pengemudi ojek justru meresahkan pengunjung karena kerap mengintimidasi. Kini Lianda juga meng gratiskan tiket masuk ke Tahura hingga adanya jaminan keamanan kepada pengunjung.
“Kalau saya saja yang menjabat sebagai kepala balai bisa diintimidasi, bagaimana pula dengan pengunjung,” Tambah Lianda
Saat ini kasus penganiayaan yang dialami Lianda ditangani Kepolisian. Lianda, ia tak berniat mencabut laporan serta memilih menyelesaikannya lewat jalur hukum.







