BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Kamar Dagang dan Industri ( Kadin ) Jawa Barat setuju jika tol Cisumdawu ( Cileunyi – Sumedang – Dawuan ) digunakan untuk arus mudik lebaran 2017 ini.
Ketua kamar Dagang dan Industri ( Kadin ) Jawa Barat, Agung Suryamal mengatakan, penggunaan tol ini sudah sangat mendesak mengingat kemacetan jalur itu
” Kalau memang sudah aman dan layak, saya sih sarankan tol itu segera digunakan. Ini juga bisa untuk menekan cost penggunaan BBM pengguna jalan juga cost distribusi angkutan barang utamanya bahan pokok dari dan ke arah timur Jawa Barat yang melalui jalur itu, ” kata Agung
Pernyataan Agung ini menyusul pernyataan ketua DPRD Provinsi Jawa Barat yang juga setuju jika Tol Cisumdawu digunakan untuk jalur mudik Lebaran 2017 nanti.
Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari, mengatakan, pihaknya setuju jika Tol ini digunakan pada saat arus mudik 2017 ini.
“Kami setuju sekali kalau Tol Cisumdawu dibuka untuk jalur mudik nanti karena ini akan sangat membantu mengurangi kemacetan di jalur mudik sekitar Sumedang,” kata Ineu
Sambung Ineu, kemacetan yang terjadi di sekitar Cadas Pangeran, Kabupaten Sumedang sudah parah.
” Beberapa hari lalu, saya ada tugas ke Sumedang dan itu macetnya luar biasa. Bandung-Sumedang saja bisa sampai tiga jam lebih, itu pun saya memakai patwal,” katanya dilansir Antara
Selain itu, dalam waktu dekat ini pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Tata Ruang serta Dinas Perhubungan Jawa Barat untuk memantau langsung kondisi Tol Cisumdawu tersebut.
Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik di Bandung, mengatakan enam km pertama Tol Cisumdawu akan digunakan untuk jalur mudik jika terjadi bencana alam di sekitar Cadas Pangeran, Kabupaten Sumedang.
Jika digunakan pemudik bisa menggunakan Tol Cisumdawu dari Tanjungsari kemudian ke Pasar Rancakalong dan berakhir di salah satu terowongan tol tersebut.
“Jadi rencananya masuk dari Tanjungsari, terus ke Pasar Rancakalong sampai ke rencana ‘tunel’, keluar dan masuk lagi ke jalan provinsi Rancakalong. Itu solusi alternatif apabila ada bencana alam di Cadas Pangeran,” kata Dedi Taufik.












