Kisruh Pasar Cirapuhan, Kini Pengembang Berniat Akan Ke Polisi

14.128 dibaca
Pasar Cirapuhan sebelum dibagun
Pasar Cirapuhan sebelum dibangun

BUANAINDONESIA, GARUT – Peliknya kisruh pembangunan Pasar Cirapuhan, Garut terus berlanjut. Pasalnya, proyek yang menghabiskan uang negara sebesar 1,3 Milyaran itu menyisakan permasalahan hingga ke ranah hukum. Seorang tokoh masyarakat sekaligus pengusaha yang cukup terpandang disana mengaku merasa tertipu oleh salah seorang oknum yang mengaku terlibat dalam pembangunan Pasar tersebut. Atas ini si pengembang angkat bicara

Pemilik CV Karya Lestari ( Perusahaan pengembang Pasar Cirapuhan ), Usang menjelaskan persoalan pelaporan polisi Kamil ke polsek Limbangan bukan permasalahan dengan pihaknya, melainkan persoalan penipuan yang dilakukan oleh Rudi Rudiana, orang yang disebut – sebut juga bermasalah dengan dirinya

Advertisement

Usang Mengatakan, posisi Rudi di pelaksanaan proyek pasar Cirapuhan hanya sebagai penjual besi dan pekerja pemasangan kontruksi Besi saja

” bukan sebagai sub con maupun karyawan CV.Karya Lestari, dia hanya sebagai penjual dan Pekerja kontruksi besi,” kata Usang saat diwawancarai dikediamannya, Minggu, 30 April 2017.

Dijelaskan Usang, setelah pekerjaan pemasangan kontruksi besi selesai maka secara otomotis kerjasama dengan Rudi pun selesai dan perusahaan pun membayar nya ,

” Bahkan ada dana milik perusahaan yang dibawa oleh Rudi puluhan juta Rupiah sehingga merugikan perusahaannya sampai berniat akan melaporkannya juga, Selesai pengerjaan perusahaan langsung membayarnya, bahkan ada dana perusahaan yang dia bawa sehingga kami pun akan melaporkan Rudi, ” Jelas Usang sambil memperlihatkan bukti Kwitansi yang dibayarkan kepada Rudi.

Usang mempertegas bahwa dirinya tidak memiliki kaitan dengan tindakan Rudi

” Jadi sekali lagi saya jelaskan bahwa persoalan yang dilaporkan oleh Warga Cirapuhan adalah Rudi Rudiana secara pribadi mereka, bukan dengan pihak kami,” tegas Usang.

Sebelumnya diberitakan,

Proyek pembangunan pasar Cirapuhan Garut Jawa Barat menyisakan kisruh. Proyek senilai 1,3 Milyaran bersumber dari APBD Garut tahun 2016 itu disebut menyisakan hutang – piutang antara pelaksana proyek dan salah seorang pengusaha lokal disana.

Kamil, pengusaha lokal itu memaparkan, pihak pelaksana proyek bernama Rudi Rudiana sempat meminta tolong untuk menebus material Besi seharga Rp.160 juta kepadanya, dengan janji akan mengembalikan sebulan kemudian, namun sampai saat ini pihak pelaksana proyek tidak membayarnya.

Sambung Kamil, dirinya tidak tahu menahu siapa Rudy, yang dia tahu Rudi adalah orang CV Karya Lestari yang sejak awal pembangunan pasar, Rudi terlibat didalamnya. Kini kasus tersebut sudah dilaporkan ke pihak kepolisian dan sedang dalam penyidikan.