Komitmen RS Swasta di Bogor Dinilai Lemah Dalam Melayani Pasien BPJS

9.132 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR – Komisi D DPRD Kota Bogor memanggil 16 direktur rumah sakit swasta se-Kota Bogor ke gedung dewan, Rabu, 18 oktober 2017. Seluruh direktur RS swasta itu ditagih komitmennya dalam melayani pasien peserta BPJS.

Pemanggilan oleh wakil rakyat yang membidangi kesejahteraan masyarakat ini, menindaklanjuti banyaknya keluhan warga Kota Bogor peserta BPJS yang kerap ditolak pihak rumah sakit dengan alasan kamar penuh.

Advertisement

Ketua Komisi D DPRD Kota Bogor, Aditya Warman, mengatakan, melalui pemanggilan terhadap seluruh rumah sakit swasta se-Kota Bogor ini diharapkan ada persepsi dan komitmen yang sama bahwa pelayanan terhadap pasien tidak mampu dan pasien peserta BPJS harus mendapatkan prioritas yang memadai.

“Setelah kami cek satu per satu pelayanan dari semua direktur rumah sakit swasta yang hadir, komitmen itu memang ada tapi sedikit ada kelemahan, atau dalam prakteknya ada yang tidak sesuai dengan komitmennya,” kata Aditya Warman usai pertemuan.

Ia menegaskan, Komisi D menginginkan 16 RS swasta di Kota Bogor yang sudah bekerjasama dengan BPJS bisa mengakomodir 7.000 an peserta BPJS di Kota Bogor tanpa diskriminasi, tanpa kuota dan tanpa pembedaan pelayanan.

“Jadi jangan buru-buru dipulangkan sebelum sembuh atau diusir keluar. Kami ingin pelayanan pasien BPJS-nya optimal dan tidak ada lagi penolakan dan kesulitan rujukan serta pembebanan bentuk apapun untuk warga yang tidak mampu. Karena anggarannya ada. Kalau nanti masih ditemui ada rumah sakit yang tidak sesuai dengan komitmennya, akan kami tindak. Kami tidak ingin ganggu bisnisnya tapi fasilitasilah pasien BPJS dengan baik,” paparnya.

Menurut Aditya Warman, salah satu alasan utama banyak pasien BPJS yang tak tertangani lantaran RS swasta maupun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor banyak menerima limpahan pasien dari wilayah Kabupaten Bogor. “Ini yang menjadi masalah tersendiri bagi kami,” ucapnya.