Lewat Gerakan Pramuka, Bupati Garut Dorong Pembekalan Life Skill Sejak Dini

2.278 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan pentingnya pembekalan life skill bagi generasi muda sebagai bekal menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pelantikan Pengurus Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab), Kwartir Cabang (Kwarcab), Andalan serta Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Gerakan Pramuka Kabupaten Garut Masa Bakti 2026–2031, di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Senin (26/1/2026).

Advertisement

Pada kesempatan tersebut, Bupati Garut secara resmi dilantik oleh Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Barat, Herman Suryatman, sebagai Ketua Mabicab Garut. Sementara itu, Ketua Kwarcab Garut Ade Hendarsyah dilantik langsung oleh Bupati Garut selaku Ketua Mabicab.

Bupati Garut menyampaikan bahwa amanah yang diemban para pengurus Gerakan Pramuka bukan hanya sebatas tugas struktural, melainkan memiliki nilai strategis sebagai investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi emas Kabupaten Garut.

Ia menyoroti dinamika perkembangan teknologi yang turut mengubah pola tantangan kehidupan generasi muda. Menurutnya, kecerdasan akademik dan keterampilan teknis saja tidak cukup tanpa dibarengi kemampuan bertahan dan beradaptasi dalam kehidupan nyata.

“Tantangan hari ini berbeda dengan tantangan masa lalu. Meski teknologi terus berkembang, ada satu hal yang tetap sama, yakni bagaimana seseorang mampu mempertahankan hidupnya,” ujarnya.

Syakur menambahkan, Pemerintah Kabupaten Garut melalui seluruh perangkat daerah siap membangun sinergi dengan Gerakan Pramuka untuk memperkuat kegiatan lapangan yang berfokus pada pembentukan karakter, kemandirian, dan ketangguhan generasi muda.

“Kami memandang Pramuka sebagai gerakan yang sangat efektif dalam menanamkan life skill. Karena itu, saya menitipkan kepada Gerakan Pramuka agar bersama SKPD dapat menyiapkan anak-anak didik kita melalui penguatan keterampilan hidup,” katanya.

Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat sekaligus Ketua Kwarda Jawa Barat, Herman Suryatman, mengingatkan para pengurus agar senantiasa menjadikan Satya dan Dharma Pramuka sebagai landasan utama dalam menjalankan organisasi, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010.

Herman menilai, keberhasilan kepemimpinan dan pembangunan daerah tidak terlepas dari peran pendidikan karakter yang ditanamkan melalui kepramukaan sejak usia dini.

“Jika Gerakan Pramuka dijalankan dengan baik dan konsisten, maka kesuksesan anak-anak kita di masa depan setidaknya sudah separuhnya berada dalam genggaman,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam Gerakan Pramuka terkandung prinsip-prinsip pembelajaran penting seperti learning to know dan learning to do, yang menjadi fondasi kuat bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Soft skill, hard skill, hingga life skill semuanya ada di Pramuka. Belajar mengetahui banyak hal dan belajar melakukan banyak hal, semuanya terintegrasi dalam kepramukaan,” pungkasnya.