Longsor Susulan Terus Terjadi, Jalur Puncak Ditutup 10 Hari

17.941 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR-Jalur jalan raya Puncak di kabupaten Bogor resmi ditutup selama 10 hari ke depan, mulai selasa 6 februari sampai 15 februari 2018. Penutupan jalur Puncak ini hasil kesepakatan bersama lintas instansi di bawah koordinator direktorat jenderal perhubungan darat (Ditjen Hubdat) kementerian perhubungan (Kemenhub).

Advertisement

Kesepakatan ini diambil bersama jajaran kemenhub, polres Bogor, badan nasional penanggulangan bencana (BNPB), kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR), pusat vulkanologi mitigasi bencana dan geologi (PVMBG), BPBD kabupaten Bogor, dishub jabar, dinsos kabupaten Bogor, dan perwakilan dari TNI.

Penutupan ini terpaksa dilakukan karena proses evakuasi material longsor yang menutupi jalan raya Puncak masih belum selesai. Bahkan, pada selasa kemarin, longsor susulan kembali terjadi di beberapa titik. Tebingan setinggi 40 meter di Puncak Pas longsor hingga menutupi seluruh badan jalan. Dengan demikian, jumlah titik longsor di sepanjang jalur Puncak bertambah menjadi 7 titik.

Dengan adanya penutupan ini, kendaraan roda empat dari arah Gadog Bogor menuju Cianjur hanya sampai Gunung Mas. Sebaliknya dari Cianjur menuju Bogor, mobil hanya bisa sampai Ciloto. Bagi kendaraan dari arah Jabodetabek yang hendak ke Cianjur dialihkan melalui jalur Sukabumi. Sedangkan dari arah sebaliknya dialihkan melalui jalur Jonggol.

Dirjen hubdat kemenhub, Budi Setiadi mengatakan, penutupan ini berlaku untuk kendaraan roda empat. ” Untuk roda dua masih bisa, tapi lihat kepentingan dan kondisinya, ” ucapnya di sela meninjau lokasi longsor di Puncak.

Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika berharap, masyarakat bisa memaklumi serta mematuhi kesepakatan tersebut. Sebab, kondisi jalan raya Puncak sudah sulit untuk dilewati kendaraan terutama mobil dan kendaraan berat.

“Selama penutupan jalur, akan ada minimal empat anggota yang menutup di tiap sekat. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menunggu di titik sekat, baik di Gunung Mas maupun Ciloto. Kalau masih ada (mobil) yang nekat menunggu di titik sekat hingga buat macet akan kami tilang,” tegasnya.

Kepala pelaksana jalan nasional VI kementerian PUPR, Atyanto Busono, mengatakan, pihaknya menyediakan dua unit alat berat untuk mengevakuasi material longsoran. ” Hujan terus mengguyur Puncak dan longsor terus terjadi. Jalur Puncak merupakan jalur yang cukup padat kendaraannya. Untuk ini, kita siagakan dua unit alat berat. Satu di Riung Gunung dan satu lagi di Cipayung,” ujarnya.