Mahasiswa dan Pemuda Harus Berpartisipasi Aktif Mengawasi Pemilu

14.139 dibaca
Suasana Sosialisasi Pengawas Pemilu Partisipatif yang digelar Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bogor, di Hotel Zest, Kota Bogor, Rabu 28 Maret 2018. ( BUANA INDONESIA NETWORK/ Acep Mulyana ).

BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) provinsi Jawa Barat mengajak mahasiswa dan pemuda untuk ikut berpartisipasi secara aktif dalam mengawasi setiap tahapan Pemilihan Umum (Pemilu). Baik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk memilih Gubernur, Bupati, Wali Kota, maupun dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) serta Pemilihan Presiden (Pilpres).

Advertisement

“Partisipatif itu bisa terlibat langsung, bisa mengawasi langsung, memantau, bisa juga melakukan aktivitas-aktivitas lain untuk bagaimana masyarakat pemilih lebih mengenal Pemilu itu dan bisa menjadi pemilih yang cerdas,” kata Ketua Bawaslu provinsi Jabar, Harminus Koto, saat menghadiri acara Sosialisasi Pengawas Pemilu Partisipatif yang digelar Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bogor, di Hotel Zest, Kota Bogor, Rabu 28 Maret 2018.

Harminus Koto, mengatakan, pemilih yang melihat demokrasinya adalah memilih kualitas orang yang mau dipilih, bukan melihat mereka yang melakukan politik uang dan lain sebagainya.

“Partisipatif ini bisa mereka kembangkan di kampusnya dan di organisasinya dan bisa bekerjasama untuk bagaimana pola pengawasan atau masukan-masukannya,” ujarnya.

Sosialisasi ini selain dilakukan terhadap organisasi kepemudaan (OKP), organisasi kemasyarakatan (ormas), dan mahasiswa, juga akan dilakukan kepada masyarakat pemilih seperti kaum difabel dan kelompok-kelompok lainnya.

Sementara itu, asisten pemerintahan kota Bogor, Hanafi, menegaskan, tuntutan masyarakat yang menginginkan demokrasi itu terbuka sudah dijawab oleh pemerintah dengan menggelar pemilu berikut melakukan tahapan dan berbagai berbentuk sosialisasi kepada berbagai kalangan pemilih. “Demokrasi dan keterbukaan ini memerlukan biaya yang cukup besar. Melalui penyelenggaraan pilkada, pileg, dan pilpres ini harapan kita mempunyai pimpinan yang berkualitas dan amanah. Jadi kita juga butuh partisipasi dari masyarakat secara keseluruhan. Jangan nanti sudah mengeluarkan biaya besar tapi yang datang ke TPS nya sedikit, sayang sekali uang negara,” paparnya.

Lebih lanjut Hanafi menjelaskan bahwa tingkat partisipatif masyarakat kota Bogor dalam pemilu lalu berkisar 63 persen. “Jangan sampai yang datang nanti hanya 50 persen. Kalau ini terjadi, semuanya salah karena tidak ikut berpartisipasi. Aturan sudah dikeluarkan, regulasi sudah dikeluarkan, biaya sudah dikeluarkan cukup besar, jangan sampai biaya yang cukup besar ini menjadi mubazir, tidak tercapai cita-cita yang kita inginkan bersama,” tandasnya.

Editor : NA