GARUT, BuanaJabar.com – Terkait kebohongan publik yang disampaikan Bupati Garut Rudy Gunawan terhadap Pedagang Kali Lima di Zona Merah yang rencananya akan direlokasi ke Gedung Medina 1 dan 2, dinilai MPKLG tidak epektif pasalnya para PKL merasa tempat yang akan dipakai untuk berjualan itu, menurut mereka tidak menguntungkan para PKL malah merugikan.
Pembangunan gedung 1 dan 2 yang rencananya untuk para PKL, menurut para pedagang tidak ada bentuk sosialisasi terlebih dahulu, baik kepada masyarakat sekitar maupun para PKL. Tudingan pun menyeruak bahwa ada oknum yang tidak bertanggung jawab dalam pendirian gedung ini dan pihak pedagang merasa dibohongi.
Koordinator Masyarakat Pedagang Kaki Lima (MPKLG) Kemal Jafar (Amang) Kamis 4 Juli 2016 saat ditemui di daerah Jalan Siliwangi kota Garut, menuturkan kalau Pihaknya beserta para pedagang kaki lima akan tetap bertahan, dan menjadi harga mati untuk tetap berjualan di lokasi zona merah sebelum Rudy mengabulkan tuntutan mereka.
“Bupati dengan tegas menjajikan ke PKL akan diberikan modal usaha dan gerobak untuk berjualan para pedagang kaki lima, hal itu disampaikan waktu hari ketiga di bulan suci ramadhan lalu, janji itu kan harus di tepati apalagi di bulan yang penuh berkah, apa disebutnya coba kalo orang yang sudah janji tapi tidak ditepati.” lanjut Kemal.
Pihaknya akan tetap menunggu itikad baik dari Pemda garut terkait masalah ini. Kami merasa kecewa dengan sikap bupati garut yang arogan seakan-akan kami dijadikan korban kepentingan politik oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“MPKLG berharap pemda garut jangan hanya berpikir keuntungan salah satu sepihak saja, tapi harus memakai hati nurani juga, artinya harus saling menguntungkan antara kedua belah pihak. Makanya hari Senin 1 Juli 2016 kita audensi ke DPRD garut meminta kejelasan tuntutan kami kan apa yang terjadi bupati saja tidak hadir waktu itu kan aneh,” Tambahnya.
Kemal mengatakan apabila tuntutan mereka sampai terbengkalai dan tidak ada kejelasan baik penyelesaian serta tidak ada itikad baik dari pemda garut. Mereka mengancam akan kembali datang ke DPRD, dengan membawa masa yang jauh lebih besar daripada kemarin Pungkas Kemal kepada wartawan.










