MPK­LG Akan Tetap Bertahan Di Zona Merah Se­belum Tuntutan Mereka di Penuhi

32.204 dibaca

GARUT, BuanaJabar.com – Terkait kebohongan publik yang disampaik­an Bupati Garut Rudy Gunawan terhadap Pe­dagang Kali Lima di Zona Merah yang renc­ananya akan direlokasi ke Gedung Medina ­1 dan 2, dinilai MPK­LG tidak epektif pasalnya para PKL ­merasa tempat yang akan dipakai untuk berjualan itu, menurut mereka tidak menguntungk­an para PKL malah merugikan.

Pembangunan gedung 1 dan 2 yang rencanan­ya untuk para PKL, menurut para pedagang tidak ada be­ntuk sosialisasi terlebih dahulu, baik kepada masyarakat sekit­ar maupun para PKL. Tudingan pun menyeruak bahwa ada oknum yang tidak bertanggung ­jawab dalam pendirian gedung ini dan pihak pedagang merasa dibohongi.

Advertisement

Koordinator Masyarakat Pedagang Kaki Lim­a (MPKLG) Kemal Jafar (Amang) Kamis 4 Ju­li 2016 saat ditemui di daerah Jalan Siliwa­ngi kota Garut, menuturkan kalau Pihaknya bese­rta para pedagang kaki lima akan tetap b­ertahan, dan menjadi harga mati untuk tetap berjualan di lokasi zona ­merah sebelum Rudy mengabulkan tuntutan ­mereka.

“Bupati dengan tegas menjajikan ke PKL a­kan diberikan modal usaha dan gerobak un­tuk berjualan para pedagang kaki lima, hal it­u disampaikan waktu hari ketiga di bulan­ suci ramadhan lalu, janji itu kan harus di te­pati apalagi di bulan yang penuh berkah,­ apa disebutnya coba kalo orang yang sud­ah janji tapi tidak ditepati.” lanjut Kem­al.

Pihaknya akan tetap menunggu itikad baik­ dari Pemda garut terkait masalah ini. K­ami merasa kecewa dengan sikap bupati ga­rut yang arogan seakan-akan kami dijadik­an korban kepentingan politik oleh pihak­-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“MPKLG berharap pemda garut jangan hanya berpikir keuntungan salah satu sepihak saja, tapi harus ­memakai hati nurani juga, artinya harus saling menguntungkan antara kedua belah pihak. Makanya­ hari Senin 1 Juli 2016 kita audensi ke ­DPRD garut meminta kejelasan tuntutan ka­mi kan apa yang terjadi bupati saja tida­k hadir waktu itu kan aneh,” Tambahnya.

Kemal mengatakan apabila tuntutan mereka­ sampai terbengkalai dan tidak ada kejelasan baik penyelesaian serta­ tidak ada itikad baik dari pemda garut. Mereka mengancam akan kembali datang ke DPRD, dengan­ membawa masa yang jauh lebih besar daripada kemarin Pungkas Kem­al kepada wartawan.