Mencari Bibit Atlet Catur, Ini Yang Dilakukan Percasi Kota Banjar

17.318 dibaca
Caption : Ketua Percasi Kota Banjar, Usep Herliana saat melawan belasan pecatur. (BUANA INDONESIA NETWORK/ Dede Gumilar)

BUANAINDONESIA.CO.ID, KOTA BANJAR – Dalam rangka mencari bibit atlet muda di olahraga catur, Percasi Kota Banjar, Jawa Barat menggelar catur satu lawan belasan pemain. Ketua Percasi Kota Banjar Usep Herliana melawan belasan pencatur dari beberapa desa di Kecamatan Banjar.

Acara dilaksanakan di Taman Asmarandana, Desa Jajawar, Kecamatan Banjar, Kota Banjar. Usep berhasil mengalahkan 13 pemain dari 15 pemain, dua pemain berhasil menang. Dengan mengenakan seragam kebanggaannya Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi), Ketua Percasi Kota Banjar Usep Herliana PD, WNP, mantan wasit nasional di PON 2016 ini menjajal ketangkasan para lawannya. Meski harus berdiri dan mondar-mandir tiap bidak dari lima belas papan yang berbaris di meja Usep tetap semangat.

Advertisement

“Hanya sekedar menerima undangan dari Desa Jajawar dan sekaligus mencari bibit atlet catur,” kata Usep Herliana kepada awak media, Jumat malam, 4 April 2018.

Lanjutnya, pembinaan olah raga catur sangat mahal dan bergengsi. Usep ingin Kota Banjar melahirkan banyak atlet catur yang mampu berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional. Dengan santai meladeni serangan yang disuguhkan para pecatur lokal. Tak berapa lama usai catur dimulai, satu persatu pecatur mengakui kehebatan strategi permainan catur pria yang menduduki peringkat pertama catur tingkat provinsi se-Jawa Barat saat duduk dibangku SMP dan SMA.

“Mengasah kemampuan bermain catur, dengan dipraktekan melawan 15 pecatur dalam waktu bersamaan. Tadinya akan melawan 25 pemain, namun keterbatasan papan caturnya sendiri,” terang Usep salah satu pengurus Pengda Percasi Jawa Barat.

Usep menambahkan, permainan catur melawan banyak pecatur ini, jarang dilakukan oleh masyarakat umumnya padahal untuk melatih ketajaman otak, dengan olahraga catur bisa terhindar dari penyakit struk. Di tingkat nasional permainan ini biasa disebut selimutan, biasanya yang melakukan seperti ini adalah grandmaster. Tujuannya untuk meningkatkan dan mengasah kemampuan caturnya.

“Saya pernah melawan 70 pecatur sekaligus,” katanya.

Usep berharap pemerintah bisa memperhatikan generasi atlet olah raga catur untuk pembinaan atlet, ke depan Usep bisa mendirikan sekolah catur di Kota Banjar.

Sementara Diki Firmansyah salah satu pemain catur menuturkan, dirinya baru pertama kali ini mengikuti pertandingan seperti ini, dengan satu pemain melawan belasan. Hanya orang tertentu yang pintar dan terlatih yang sanggup melakukannya.

“Semoga Percasi Kota Banjar bisa maju terus, membina para atlet serta menciptakan atlet nasional,” tandas Diki kepada buana Indonesia Network.