Menteri Pertanian Panen Raya Di Garut, Terungkaplah Hal Ini

6.370 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Dalam kurun waktu Rasio Februari dan Maret 2018, petani di Kabupaten Garut diperkirakan akan menghasilkan padi hasil panen sebanyak 259.400 ton dari 21.900 Ha Bulan Februari dan 15.700 Ha pada  Bulan Maret nanti,hal ini disampaikan Bupati Garut H. Rudy Gunawan dilokasi panen Raya Padi di Kecamatan Pameungpeuk Garut, Selasa, 6 Februari 2018.

Dijelaskan Rudy, kebutuhan Beras untuk wilayah Kabupaten Garut dikaitkan jumlah penduduk yang berjumlah 3.208.692 Jiwa yaitu 340.121 ton pertahun, sedangkan untuk Tahun 2017 Kabupaten Garut menghasilkan 901.963 Ton Gabah Kering Giling (GKG) kalau dikonversi ke beras 568.237 Ton beras (Rendemen 63%) artinya Kabupaten Garut memiliki surplus beras sekitar 228.116 ton pertahun.

“Jadi saat ini Kabupaten Garut tidak memerlukan Beras luar Daerah maupun Import,oleh karena itu Kabupaten Garut menolak beras import dan juga Jagung Import,” ujar Rudy dihadapan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman MP, Selasa 6 Februari 2018.

Ditambahkan Rudy, baru saja pihaknya sampaikan juga kepada menteri pertanian, terkait kebutuhan Garut saat ini dibidang Pertanian terutama mesin mesin penunjang petani padi seperti mesin sabit padi.

“Karena terbukti dengan menggunakan mesin tersebut lebih efisien daripada manual yang bisa hilang sekitar 10%,”tambah Rudy.

Sementara Dilokasi yang sama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut Beni Yoga memaparkan, saat ini luas sawah Kab.Garut sekitar 48.153 Ha sedangkan luas Tanam ada 135.042 Ha (IP 2,8) dan luas Panen 130.112 Ha.

“Provitas 6,9 Ton perhektar, jadi produksi GKG Garut sekitar 901.963 Ton GKG ,kalau dikonversi ke Beras 568.237 Ton ( konversi GKG ke Beras/ Rendemen 63% ),”papar Beni Yoga.

Lanjut Beni, untuk sawah yang berada di Kecamatan Pameungpeuk luasnya berkisar 1.127 Ha dengan Provitas 6,87 ton/Ha, sementara Varietas yang biasa ditanam disini jenis IR.64 Ciherang dan sekarang sedang dikembangkan Impari 33.

“Untuk yang sekarang dilaksanakan panen raya seluas 225 Ha yang berlokasi di desa Mancagahar Kecamatan Pameungpeuk, terdiri dari 1 Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Mancagahar dan 10 kelompok tani salah satunya kelompok tani Harapan yang saat di dipanen Menteri Pertanian Amri Amran “lanjutnya.

Beni menjelaskan ,ada beberapa kendala yang dirasakan petani disini saat ini, contohnya dangkalnya saluran air hingga perlu ada perbaikan, perlunya 2 unit traktor, mesin pompa air besar, Huller dan lantai jemur serta 2 Cultivator.

“Mudah- mudahan menjadi perhatian pemerintah daerah maupun pusat,”harap Beni.