GARUT, BuanaJabar.com – Sehari pasca terjadinya banjir bandang yang meluluh lantakan 7 Kecamatan di Kabupaten Garut Jawa Barat Rabu 21 September 2016 dini hari kemarin. Saat ini, warga yang menjadi korban banjir dan berada dipengungsian mulai mengeluh sakit. Mereka mengaku tak mendapatkan stok obat di Posko Pengungsian yang berada di kawasan Cimacan. Kebanyakan para pengungsi ini mengalami sakit demam, batuk, flu dan terserang gatal-gatal.
Deden, seorang petugas di Posko pengungsian Cimacan mengatakan, kebanyakan yang mengeluhkan sakit demam adalah anak-anak dan orang tua. Deden mengaku kalau stok obat di poskonya telah habis sejak semalam. Sehingga banyak warga yang tidak mendapatkan jatah obat.
“Kebanyakan yang mengeluh sakit adalah anak-anak dan para lansia, mereka sudah mulai kena demam, sejak pagi mereka sudah banyak yang datang ke Posko untuk meminta obat, tapi tidak bisa saya kasih karena belum dapat kiriman lagi,” ujar Deden Kamis 22 September 2016.
Selain itu obat-obatan, peralatan tidur seperti selimbut dan tikar saat ini sangat di butuhkan para pengungsi. Kebanyakan warga yang tidur semalam di Posko Cimacan ini hanya beralaskan kardus dan alat seadanya, sementara untuk penghangat badan mereka mengandalkan sarung saja.











