
BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Seorang muadzin dikeroyok di Mesjid Agung Pameungpeuk, Kampung Kaum Tengah, Desa Pameungpeuk, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut pada Rabu, 28 Februari 2018 sekira pukul 04.00 dini hari tadi. Meski dianiaya dengan senjata tajam, korban tidak terluka sedikitpun, melihat korbannya tak luka oleh senjata tajam, pengeroyok tak dikenal itupun lari tunggang langgang.
Uyu, si korban dilaporkan hanya mengalami memar dibagian kepala, tangan dan kaki.
“Dipukul pake kursi kepala bagian belakang sebelah kanan, dada di injak, kaki sebelah kiri diinjak, pakai golok juga dan tangan kiri dipukul 2 kali,”kata Uyu.

Uyu menambahkan, beberapa hari kebelakang, ada sekelompok orang tak dikenal menggunakan kendaraan roda empat tak jauh dari mesjid menanyakan keberadaan ketua MUI setempat. Namun dirinya tidak memberitahukan keberadaan ketua MUI H Hasan Basari.
“Mereka menanyakan keberadaan ketua MUI Pamengpeuk (H Hasan Basari),”ujar Uyu.
Belum jelas motif dibalik pengeroyokan ini.Kasus ini masih diselidiki pihak Kepolisian Sektor Pameungpeuk.











