Mulai Besok, Pemkab Garut Akan Lebih Tegas Pemberlakuan Social Distancing

18.615 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – pengawasan kepada ODP dan PDP akan diberlakukan mulai besok di beberapa wilayah kecamatan yang tingkat Orang Dalam Pemantauan ( ODP ) dan Pasien Dalam Pengawasan ( PDP ) beresiko tinggi. Hal ini disampaikan Bupati Garut H Rudy Gunawan saat memantau perkembangan terkini kasus virus Corona di Crisis Center Informasi dan Kordinasi Covid – 19 kabupaten Garut, Minggu 29 Maret 2020.

Disampaikan Bupati Garut, saat ini yang lebih kita fokuskan dan akan dipertegas adalah mengurai keramaian diperkotaan, kajian nya nanti ada di Polres, tindakan tegas di perkotaan terfokus bagaimana cara melakukan pembatasan gerak orang supaya tidak banyak berkerumun di satu tempat.

” Tindakan tegas social distancing dan Pengawasan ketat akan diberlakukan di beberapa kecamatan apabila ditemukan kasus yang tingkat resikonya tinggi, misalkan kecamatan Cihurip, kita lock agar keluar masuk orang di daerah itu lebih diawasi, demikian pula bila terjadi di kecamatan lain nantinya karena kita memiliki 42 kecamatan yang harus terus dipantau , kita sediakan mobil ambulance Puskesmas dibantu Bhabinkamtibmas, Babhinsa dan aparat desa, justru kami akan mempertegas sesuai dengan Maklumat Bapak Kapolri di wilayah perkotaan dalam pemberlakukan social distancing , bagaimana CB nya kita lihat nanti, mungkin kita akan meniru kota Bandung, kajian nya nanti ada di Polres” kata Bupati.

Masih kata Bupati Garut, pertokoan dan super market masih bisa berjualan dan beraktifitas, demikian pula untuk pabrik masih dipersilahkan beroperasi karena kewenangan untuk berhenti tidaknya pabrik kewenangannya kita menunggu dari Kementerian Tenaga Kerja.

” Jadi untuk Social Distancing akan dilakukan tindakan tegas, intinya membatasi gerak orang berkerumun di satu tempat” ungkapnya.

Terkait warga Garut yang hendak pulang kampung, pihaknya masih mempersilahkan karena mereka masih merupakan warga Garut, tetapi mereka harus dipastikan dalam kondisi sehat.

” Makanya kami sekarang memperkuat brikade yang dilakukan oleh puskesmas dan tim tenaga medis untuk memeriksa kesehatan warga Garut yang pulang kampung” pungkasnya.

Sementara itu dari informasi yang disampaikan Jubir Informasi dan Kordinasi Covid – 19, ada penambahan 52 kasus ODP dan 1 PDP terhitung pada pukul 16.00 dengan jumlah keseluruhan 596 kasus terdiri dari 581 orang ODP dan 15 orang PDP.

” Dari 15 orang PDP , 7 pasien dalam masa perawatan dan 8 pasien selesai pengawasan, sementara untuk ODP 488 orang dalam proses pemantauan dan 37 orang selesai pemantauan” terangnya.