Pengemudi Ojek Online Klarifikasi Soal Sweeping Di Jatinangor

41.393 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Persatuan Ojek online memberikan klarifikasi terkait sweeping dan pengrusakan pangkalan ojek yang terjadi di Jatinangor Kabupaten Sumedang Senin malam, 27 November 2017.

Advertisement

” Kami memastikan bahwa tidak ada dari anggota kami yang membawa benda tajam samurai, pisau atau yang lainya. Awalnya kami ingin selesaikan permasalahan ini dengan damai namun respon dari kawan-kawan ojek online sangatlah berapi-api hingga kami tidak bisa membendung massa pada waktu itu,” ujar Edwin ketua Himpunan Driver Bandung Raya (HDBR) Bandung Tengah saat dihubungi Buana Indonesia, Selasa, 28 November 2017

Sampai saat ini, situasi keadaan warga sekitar Jatinangor masih memanas dikarenakan akan ada isu aksi balasan dari pihak ojek pangkalan terhadap ojek online.

Lebih lanjut Edwin menghimbau agar Ojek Online lainnya tidak tersulut emosinya dan tetap menjaga kondusifitas

” Kami berharap agar teman-teman ojek online lainnya untuk tetap tenang. Kami hawatir jika ada driver di atas umur 30 tahun yang tidak tau menau masalah ini lalu menerima order ke wilayah rawan tersebut, dipastikan hal ini akan semakin memicu persoalan yang lebih rumit nantinya. Untuk kedepan kami inginkan dari kejadian ini kita bisa bercermin agar lebih tenang lagi dan tidak mengedepankan emosi, demi terciptanya perdamaian antara ojek pangkalan dengan ojek online khususnya di Kota Bandung agar nantinya kita bisa jadi prototype ( contoh ) ojek online di daerah lain di Jawa Barat,” ujar Edwin.

Sebelumnya ramai diberitakan, massa yang diperkirakan berjumlah 500 orang diduga pengemudi ojek online mengamuk di kawasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang pada Senin 27 November 2017 sekira pukul 22.30 WIB. Mereka melakukan sweeping dan mengamuk sehingga mengakibat sejumlah orang luka,  sepeda motor dan pangkalan ojek konvensional pun ikut dirusak  massa.

Penyerangan yang terjadi di pangkalan-pangkalan ojek di Jatinangor merupakan dampak dari informasi negatif yang belum pasti kebenarannya. Informasi tersebut tersebar di media sosial dan menyulut kekesalan kelompok ojek online yang membuat terjadinya kejadian tadi malam.

 

 

( FITNIZAR PRASETYA )