
BUANAINDONESIA.CO.ID Pandeglang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang melalui Kordinator Wilayah (Korwil) Disdik Bud Kecamatan Angsana melaksanakan Olimpiade Sains Nasional,OSN Olimpiade Sains Nasional MIPA ( Matematik IPA) tingkat SD dengan tema ” Olimpiade MIPA SD membangun manusia tangguh, mandiri dan berintegritas ” diantaranya lomba pelajaran Matematika dan IPA (MIPA) kegaiatan dilaksanakan di Gedung PSB SDN Cikayas 1 Kecamatan Angsana Kabupaten Pandeglang Banten, hadir Kepala Dinas Pendidikan diwakili Kabid Dikdas Kabupaten Pandeglang, H Ahmad Jaya, Korwil Disdik Bud Kecamatan Angsana, Pengawas, Penilik dan Kepala sekolah Sekecamatan Angsana, Kamis 24 Januari 2019.
Olimpiade MIPA SD adalah merupakan tolak ukur keberhasilan pendidikan terutama di tingkat Kecamatan Angsana, keberhasilan Guru dalam mendidik siswa siswi di Sekolah dengan di buktikan prestasi anak didiknya.
” Salah satunya ketika di lombakan matapelajaran siswa tersebut mendapatkan nilai yang baik, apalagi mendapatkan nilai baik dan menjadi juara, ini adalah bukti keberhasil seorang pendidik yang bisa menjadikan anak didik berprestasi, terutama dalam menguasi mata pelajaran, kegiatan ini merupakan momentum yang penting dalam untuk meningkatkan dan memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Pandeglang khususnya di lingkup Korwil Kecamatan Angsana” papar Asep Wahyudin Kordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan dan Kebudayan Kecamatan Angsana, Kamis 24 Januari 2019.
Lanjut Asep, Peserta yang mengikuti OSN 22 Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang berada di Kecamatan Angsana.
“Jumlah peserta yang hadir mengikuit OSN MIPA sebanyak 22 SD dengan peserta, 22 peserta Olimpiade IPA 22 peserta Matematika, dengan jumlah keselurhan peserta 44 peserta Olimpiade MIPA, diharapkan dalam kegiatan sekarang ini menghasilkan siswa-siswi terbaik yang bisa menjadi utusan ke tingkat Kabupaten Pandeglang,” ucapnya
Kabid Dikdas H Ahmad Jaya, kegaiatan OSN dan lainya yang menyangkut pendidikan, harus beres di bulan januari sampai maret, sehingga kegiatan yang bersipat lomba tidak menggangu kegaiatan yang poko, terutama kegaitan belajar mengajar (KBM).
” Kita minta kepada anak-anak tonjolkan perstasi dalam pendidikan, agar hasil maksimal untuk dijadikan duta atau utusan ke tingkat Kabupaten Pandeglang, OSN dan kegiatan lomba Olimpiade selesai di bulan maret harus semua tuntas, agar kegiatan yang menyangkut pendidikan tidak numpuk , sehingga tidak menggangu kegiat UAS ataupun UN , kegiatan OSN ini sudah di persiapakaan siswa siswi terbaik dari masing-masing sekolah, karena siswa-siswi adalah kader bangsa yang terbaik yang nanti bisa memajukan bangsa ini, kita jangan merasa orang kampung tetapi kita harus bisa mengalahkan orang kota, karena pendidikan dan prestasi tidak memandang orang kampung maupun orang Kota, tonjolkan prestasi agar bisa menghasilkan putra putri terbaik angsana yang akan tampil di Olimpiade tingakat Kabupaten,” Ungkapnya
Ahmad Jaya menambahkan, kegiatan ini untuk mengukur sejauh mana kemampuan anak didik dalam menangkap pelajaran di Sekolah.
” Pesan untuk Pendidik atau Guru dan Kepala Sekolah, ketika melaksanakan tugas jangan berpikir besok lusa mungkin pindah, berpikirlah bagaiman di tempat tugas di manapun berada untuk memajaukan pendidikan, karena pendidikan adalah tanggung jawab kita semua, terutama maju dan mundurnya pendidikan ada di tangan kita selaku pendidik,” . Pungkasnya.










