PANDEGLANG, BuanaJabar.com – Terungkapnya kasus pembunuhan Sela Marselina anak pasangan dari Ulpah dan Karsadi, warga Kampung Taraju Masjid RT 01 RW 01 Desa Angsana Kecamatan Angsana Kabupaten Pandeglang Banten, menyisakan kesedihan yang mendalam bagi keluarga korban. Sela merupakan seorang anak yang periang tapi semenjak memiliki masalah dengan pacarnya, Sela menjadi pendiam dan tidak pernah terbuka, bahkan si korban termasuk orang yang paling disukai oleh teman teman sebayanya terutama teman sebangku di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Angsana.
Dilingkungan keluarganya Sela merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Dia anak yang paling dimanja. Isi curahan hati Sela selalu dituangkannya di dalam buku hariannya
” Memang di akhir-akhir ini Sela banyak diam, bahkan berbeda dari hari-hari biasanya, ” ungkap Ulpah.
Lebih lanjut Ulpah menceritakan seminggu sebelum kepergiannya, Sela sering menciumi ibunya bahkan dia sering minta di cium dan di peluk.
“ Karena dia anak yang manja saya tidak curiga apa-apa, bahkan pernah sela itu ngomong ke saya , Bu jangan suka melamun ya, nanti juga jangan ngelamun ya bu. Saya hanya menjawab ibu tidak pernah melamun, karena tidak ada kecurigaan bahwa anak saya akan meninggalkan kami selamanya, bahkan sampai sekarang cucu saya Alpin yang sangat dekat sekali dengan Sela suka nanyain terus, nek teteh kemana, paling saya menjawab teteh sedang Mesantren, ini yang terus membangunkan kesedihan kami sekeluarga, Sela punya cita cita ingin menjadi Dokter, sekarang tinggal kenangan dan kesedihan bagi kami sekeluarga dan tidak menyangka anak saya akan mati dibunuh orang yang sangat kejam dan tidak punya naluri kemanusiaan, harapan saya kepada pihak kepolisian, semoga pelaku di hukum sesuai dengan perbuatannya, kalau bisa di hukum mati aja, karena dia juga sudah membunuh anak saya, ” tutur Ulpah.
Mahesa temen deket Sela korban pembunuhan, menuturkan, Sela adalah anak yang baik dan supel dalam pergaulan
” Kami selaku temen deketnya sangat kehilangan sekali dan tidak menyangka hal seperti ini akan terjadi menimpa kepada Sela, sehingga kematian Sela yang sangat tragis. Padahal Sela juga sama dengan saya daftar di SMA 9 untuk melanjutkan sekolahnya, yang jelas saya sangat kehilangan karena Sela adalah temen deket saya, ” Ucap mahesa.










