Pandeglang Kota Santri Harus Puas Di Posisi 4 MTQ XV Banten

8.012 dibaca
Kafilah asal Kab Pandeglang harus puas berada di posisi ke 4 dengan raihan poin 58. (BUANA INDONESIA NETWORK/Benny Madsira)


BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG –  Dijuluki sebagai Kota Santri rupanya tak mempengaruhi capaian prestasi Kabupaten Pandeglang dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-15 Tingkat Provinsi Banten. Lagi-lagi Kafilah asal Kab Pandeglang harus puas berada di posisi ke 4 dengan raihan poin 58, berada jauh dibawah nilai juara umum Tangerang Selatan dengan raihan poin 125. Posisi kedua diraih Kabupaten Serang dengan mendulang poin 111, disusul Kabupaten Tangerang diposisi ketiga dengan nilai 97.

“Kami akui punya beban psikologis bahwa sebagai Kota Santri yang di sandang,Tetapi namanya MTQ memiliki persaingan ketat apa lagi bicara Tangsel yang banyak lembaga tinggi agama,” kilah Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Pandeglang Fery Hasanudin, Jumat, 20 April 2018.

Advertisement

Fery mengungkapkan, sebenarnya persiapan para Kafilah Pandeglang sudah dilakukan sejak bulan Agustus tahun lalu. Bahkan pemerintah telah mengucurkan biaya pembinaan hingga Rp700 juta. Meski demikian, hasil itu dinilainya tidak begitu buruk. Karena secara kualitas, Kafilah Pandeglang mampu meraih medali emas yang lebih banyak dari tahun lalu.

“Tapi harus dimaklumi sekarang yang namanya lomba MTQ merupakan prestise kota kabupaten. Kalau melihat kebelakang Pandeglang selalu di posisi 7 atau 8. Namun dalam beberapa tahun terakhir sudah mulai merangkak naik hingga saat ini di posisi 4,” tuturnya

“Kami memiliki keinginan agar Kabupaten Pandeglang masuk tiga besar atau juara umum. Tetapi hasilnya tidak tercapai. Tetapi Alhamdulilah kita syukuri saja perolehan peringkat empat ini, yang terpenting kita telah berusaha semaksimal mungkin,” imbuhnya.

Oleh karena itu lanjut Feri, LPTQ akan mengevaluasi capaian yang diraih tahun ini. Kedepannya, LPTQ akan memperbaiki sistem rekrutmen Qori Qoriah yang akan berlaga dalam MTQ. Karena untuk melahirkan prestasi di ajang MTQ tahun depan tentu harus mempunyai program dan perencanaan yang baik, mengingat MTQ menjadi ajang reputasi daerah.

“Pembinaannya harus memiliki konsep dasar, agar kafilah MTQ Kabupaten Pandeglang dapat mengukir prestasi pada pelaksanaan MTQ tingkat provinsi yang akan datang, apalagi kita ini tersoshor dan punya selogan sebagai Kota Santri,”  tandas pria yang juga menjabat Sekda Pandeglang.